tirto.id - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkap bahwa artefak milik Indonesia paling banyak berada di Belanda. Hal itu dikarenakan banyaknya orang-orang yang membawanya ke Negeri Kincir Angin pada zaman kolonial.
"Dari Belanda sementara itu (paling banyak) karena memang banyaknya di sana. Banyak benda-benda kita yang memang dibawa ke sana zaman kolonial dulu," tutur Fadli Zon di Golf Pondok Indah Convention Hall, Jakarta Selatan, Senin (7/7/2025).
Dia menerangkan, dirinya sudah bertemu dengan Menteri Kebudayaan Belanda untuk membahas pengembalian artefak Indonesia. Sejumlah artefak dipastikan akan dipulangkan.
Beberapa artefak sejak beberapa tahun lalu diketahui telah dikembalikan ke Indonesia. Dia mengungkap, hal itu lantaran adanya perjanjian yang telah dilakukan.
"Kita sudah menandatangani kelanjutan dari pengembalian itu dan saya kira makin bagus, makin positif karena terakhir saya ketemu Menteri Kebudayaan Belanda, mereka sangat dukung upaya pengembalian artefak itu," ucap dia.
Untuk diketahui, salah satu yang sudah dikembalikan ke Indonesia adalah empat arca dari Candi Singasari. Keempat arca itu, yakni Durga Mahisasuramardini, Mahakala, Nandiswara, dan Ganesha.
Arca-arca itu dikembalikan bersamaan ratusan benda bersejarah lainnya, seperti keris dari Kerajaan Klungkung, seni koleksi Pita Maha Bali, dan benda-benda jarahan Ekspedisi Lombok 1894.
Benda-benda itu berhasil kembali ke Indonesia setelah pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melakukan upaya repatriasi bersama dengan Pemerintah Kerajaan Belanda.
"Repatriasi benda bersejarah ini bukan sekadar memindahkan barang dari Belanda ke Indonesia, melainkan untuk mengungkap pengetahuan sejarah dan asal-usul benda-benda seni bersejarah yang selama ini belum diketahui masyarakat," ungkap Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































