tirto.id - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan uji publik buku sejarah Indonesia akan melibatkan sejarawan hingga masyarakat. Namun, dia masih belum menjelaskan secara pasti kapan jadwal uji publik itu dilaksanakan.
Fadli Zon hanya mengatakan uji publik buku sejarah akan digelar bulan ini.
"Dengan masyarakat, sejarawan, dan lain-lain," kata Fadli Zon, usai menghadiri Rakernas PSBI di Golf Pondok Indah Convention Hall, Senin (7/7/2025).
Fadli Zon tutut mengomentari mengenai masih adanya sejumlah pihak yang mengkritisi pembuatan buku sejarah Indonesia tersebut. Bahkan, sejumlah LSM diketahui merencanakan akan menyambangi dia saat hadir dalam Rakernas PSBI ini.
"Banyak yang metujui ya (pembuatan buku sejarah Indonesia ini)," tutur Fadli Zon.
Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirien) Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Budaya (Kemenbud), Restu Gunawan, memastikan pihaknya tetap akan melanjutkan proyek penulisan ulang sejarah nasional. Dia menyampaikan, saat ini progres penulisan ulang sejarah itu sudah mencapai sekitar 70-80 persen.
“Ya, nanti Juli (2025) kita akan lakukan sosialisasi dan uji publik di beberapa kota. Ada di Jakarta, ada di mungkin tadi di Barat 1, di Tengah 1, di Timur 1. Kira-kira gitu. Kalau itu sih secara teknis kayak gitu sih. Kalau uji publiknya gitu. Tunggu aja nanti kita lakukan. Pasti kita lakukan lah,” katanya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan, keunggulan Indonesia dari masa lalu hingga kini, harus diperlihatkan melalui sejarah yang telah ditulis. Pihaknya pun membidik peluncuran proyek ini pada perayaan ulang tahun 80 tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 2025.
Harapannya, dengan melibatkan hasil-hasil karya dari para seniman, mulai sejarawan, arkeolog, hingga para penulis, Kemenbud dapat mencapai target peluncuran itu sesuai dengan target yang telah ditentukan.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































