Evakuasi Sriwijaya Air Hari ke-12, Menhub: 40 Korban Dikenali

Oleh: Andrian Pratama Taher - 20 Januari 2021
Menhub Budi Karya melaporkan progres pencarian dan evakuasi SJ-182 kepada Presiden Jokowi.
tirto.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tim gabungan pencarian dan evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 telah mengumpulkan lebih dari 400 kantong terkait.

"Saya sampaikan juga hari sampai hari ke-12 Basarnas sudah mengumpulkan 324 kantong bagian tubuh penumpang, 63 kantong serpihan kecil pesawat, 55 potongan bagian potongan besar pesawat," kata Budi kepada Presiden Jokowi di Pelabuhan JICT II, Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Budi mengatakan, kantong jenazah yang ditemukan sudah diserahkan kepada tim DVI Rumah Sakit Polri untuk diidentifikasi.

"Sudah diidentifikasi sebanyak 40 identitas dan sudah diserahkan 27 jenazah kepada ahli warisnya," kata Budi.

Operasi pencarian berlangsung sejak hari pertama kecelakaan pada Sabtu, 9 Januari 2021 di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pesawat berisi 62 penumpang, termasuk kru. Semua dipastikan meninggal.

Tim masih mencari kotak hitam berisi percakapan kokpit atau FDR. Sejauh ini baru ditemukan wadah FDR. Sedangkan data penerbangan FDR sudah ditemukan.

Menhub Budi Karya menyatakan, saat ini KNKT telah mendirikan posko di Pulau Lancang untuk memudahkan operasi pencarian.

"Hal ini juga dibutuhkan untuk mengungkap penyebab kecelakaan serta mencegah kejadian yang sama di kemudian hari," kata Budi.

Budi pun menuturkan pihak asuransi telah menyiapkan uang santunan bagi para korban. Santunan diberikan oleh PT Jasa Raharja dan PT Sriwijaya Air kepada korban.

"Pihak asuransi juga telah menyerahkan santunan kecelakaan sebanyak Rp50 juta kepada korban sebanyak 36 orang. Secara paralel Sriwijaya telah menyiapkan penyerahan uang asuransi sebesar Rp1,25 miliar per penumpang kepada ahli waris setelah keluarga korban melengkapi surat yang menunjukkan ahli waris yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat," kata Budi.


Baca juga artikel terkait SRIWIJAYA AIR JATUH atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Zakki Amali
DarkLight