Menuju konten utama

Eropa Larang Pemakaian Sawit Indonesia, Jokowi: Kita Pakai Sendiri

Joko Widodo tak mau ambil pusing dengan kebijakan pembatasan Uni Eropa terhadap sawit Indonesia.

Eropa Larang Pemakaian Sawit Indonesia, Jokowi: Kita Pakai Sendiri
Buruh kerja memanen kelapa sawit di perkebunan kawasan Cimulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/9/2019). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.

tirto.id - Presiden Joko Widodo tak mau ambil pusing dengan kebijakan restriktif Uni Eropa terhadap sawit Indonesia. Ia mengatakan, diskriminasi produk kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia atas dengan dalih lingkungan itu tak perlu dipersoalkan.

Jokowi mengatakan, suplai minyak sawit yang melimpah akibat pembatasan ekspor itu diserap di dalam negeri.

“Kenapa kita harus tarung dengan Uni Eropa gara-gara kita di-banned dengan diskriminasi produk CPO kita. Enggak. Kita pakai sendiri saja,” ucap Jokowi dalam paparannya di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Kamis (28/11/2019).

Jokowi menjelaskan, saat ini pemerintah sudah memulai strategi untuk memanfaatkan komoditas CPO di dalam negeri.

Salah satunya pencampuran hasil proses CPO dalam bentuk Fatty Methyl Acid Esther (FAME) dengan minyak diesel untuk membuat biodiesel.

Indonesia sudah berhasil membuat 20 persen campuran FAME menjadi B20. Belakangan, pengembangan 30 persen FAME dengan diesel atau B30 sudah siap diterapkan pada 2020 nanti. Jokowi bilang pemerintah akan melanjutkannya sampai pengembangan B50 dan B100.

“Ekspor dalam bentuk CPO harus mulai masuk. Kita masukkan ke B30, sekarang B20 nanti ke B50, B100,” ucap Jokowi.

Meski akhir-akhir ini harga CPO di pasar internasional sedang kurang baik, Jokowi yakin konsumsi di dalam negeri ini bisa ikut memperbaiki harga komoditas tersebut.

“Kan, kelihatan nanti harga CPO dalam setahun dua tahun. Setelah B20, naik berapa? B30 naik berapa? Nanti B100 berada pada angka berapa. Artinya petani sawit akan menikmati harga yang baik,” imbuhnya.

Baca juga artikel terkait SAWIT atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Hendra Friana