tirto.id - Embarkasi Palembang telah menuntaskan pemberangkatkan jemaah calon haji asal Sumatra Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung. Sebanyak 6.995 orang telah diterbangkan ke Tanah Suci dan tercatat 41 jemaah batal berangkat.
Keberangkatan terakhir dilakukan terhadap 355 jemaah yang masuk dalam Kloter 16 asal Palembang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menuju Bandara King Abdul Aziz Jedah, Jumat (15/5/2026) sore.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhaj) Sumsel, M Arkan Nurwahiddin, mengungkapkan, proses keberangkatan jemaah pada musim haji tahun ini terbilang lancar dan sukses. Kesuksesan dimulai saat penyambutan jemaah di Asrama Haji Palembang hingga penerbangan.
"Alhamdulillah berjalan sukses, tidak ada kendala berarti selama proses pemberangkatan musim haji tahun ini, penerbangan juga tepat waktu," ungkap Kakanwil Kemenhaj dan Umrah Sumsel M Arkan Nurwahiddin, Sabtu (16/5/2026).
Pada tahun ini, total jemaah haji yang berangkat berjumlah 6.995 orang. Rinciannya 5.860 jemaah asal Sumsel, 1.071 jemaah asal Bangka Belitung, dan 64 petugas kloter.
Tercatat ada 41 jemaah yang batal berangkat karena sakit, hamil, dan meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit setelah masuk Asrama Haji Palembang.
"Hingga masa pemberangkatan berakhir, ada 41 jemaah batal berangkat haji di tahun ini," kata Arkan.
Hingga saat ini, ada dua jemaah haji Embarkasi Palembang yang wafat. Pertama Asan bin Sanan (80) yang meninggal di Makkah pada pada 14 Mei 2026 dan telah dimakamkan di Pemakaman Sharaya Makkah. Kemudian, Suryani Abu Bakar (66) asal Palembang yang wafat dalam perawatan RS Siti Fatimah Palembang, Kamis (14/5/2026) malam.
"Kedua jemaah haji yang wafat akan mendapatkan haknya sebagai jemaah haji, yaitu badal haji dan asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih)," tutup Arkan.
Masuk tirto.id
































