tirto.id - Mantan manajer Liverpool Women, Matt Beard, meninggal dunia pada usia 47 tahun. Kabar duka ini diumumkan langsung oleh klub Women's Super League (WSL).
Dikutip dari The Guardian, Matt Beard meninggal pada Sabtu (20/9/2025) pukul 19.28 waktu Inggris. Beard pernah membawa Liverpool meraih kejayaan dengan menjuarai WSL dua musim berturut-turut pada 2013 dan 2014.
Ia sempat berkarier di klub lainnya dan kembali untuk periode keduanya di Liverpool pada 2021, sebelum akhirnya diberhentikan pada Februari 2025. Saat kembali menangani Liverpool, ia membawa klub kembali ke WSL dan menutup musim dengan finis di posisi ketujuh.
Dalam pernyataan resminya, Liverpool menyebut Beard sebagai "manajer yang sangat berdedikasi dan sukses". Klub juga mengenangnya sebagai pribadi yang penuh integritas dan kehangatan.
"Ia akan selalu dikenang dengan rasa sayang oleh semua orang yang pernah bekerja bersamanya. Rest in peace, Matt," tulis Liverpool.
Saudaranya, Mark Beard, turut menyampaikan penghormatan lewat media sosial. "Dia adalah pria paling luar biasa dan penuh kasih, dicintai oleh siapa pun yang pernah mengenalnya. Kami akan selalu mencintaimu, Matt Matt," tulisnya, dikutip dari BBC.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) juga menyebut Beard sebagai figur kunci dalam perkembangan sepak bola wanita. Sementara itu, pihak WSL menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga dan kerabat Beard, serta menegaskan perannya yang besar dalam pertumbuhan kompetisi tersebut.
Sepanjang kariernya, Beard juga pernah menangani Millwall Lionesses, Chelsea, West Ham, Bristol City, serta klub NWSL, Boston Breakers. Terbaru, ia ditunjuk sebagai manajer Burnley, tetapi mengundurkan diri setelah dua bulan. Burnley menyampaikan rasa dukacita melalui pernyataan resmi.
"Pikiran dan doa kami semua di klub bersama keluarga dan teman-teman Matt," tulis mereka.
Millwall Lionesses, tempat Beard memulai karier kepelatihannya, juga menyebut kepergiannya sebagai kehilangan besar.
Di kalangan sepak bola wanita, Beard akrab disapa "Beardy." Ia dikenal sebagai sosok yang mampu mencairkan suasana, penuh humor, dan digambarkan seperti "boneka beruang raksasa" yang penuh kasih. Namun, di sisi lapangan, ia tetap tegas saat memimpin tim dari pinggir lapangan.
Selain prestasi, Beard dikenang sebagai pribadi yang dekat dengan keluarga dan penggemar. Ia kerap merayakan kemenangan bersama suporter, bercanda soal anak-anaknya, hingga berencana membuat podcast tentang dunia kepelatihan.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id


































