tirto.id - Pemain sepak bola Asnawi Mangkualam saling berbalas klaim dengan Anggota EXCO PSSI, Arya Sinulingga, dalam polemik ruang ganti timnas Indonesia semasa dilatih Shin Tae Yong.
Melalui akun Instagram pribadinya, @asnawi_bhr, anak legenda PSM Makassar Bahar Muharram itu mengklaim ucapan Arya Sinulingga sebagai keliru dan tak berdasar.
"Tidak ada di lokasi tapi klarifikasi seakan-akan benar adanya. Coba di publik siapa yang memberitahu bapak perihal kapten itu. Apakah pelatih, pemain, atau official? Tolong sampaikan biar ga jadi bola liar di publik," tulis Asnawi pada Kamis (11/12/2025).
Pada Jumat (12/12), Asnawi masih memberikan klarifikasi terkait polemiknya dengan Arya Sinulingga.
"Dengan steatment [statement, pernyataan] seperti itu sangat jelas tidak benar adanya bahwa perubahan komposisi pemain dikarenakan ada masalah di ruang ganti," tulis Asnawi pada Jumat.
Lebih lanjut, Asnawi juga menyindir kapasitas Arya sebagai pejabat PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia.
"Siapa pun yang dimainkan seharusnya Bapak yang berada di federasi mensupport siapapun yang di percaya pelatih. Bukan memberikan steatment [statement] yang seakan-akan bapak ini tidak mempercayakan ke pemain lain yang bermain," tulis Asnawi.
Menurut Asnawi, semua orang di lingkungan timnas Indonesia seharusnya saling jaga satu sama lain.
"Bukan memberikan steatment [statement] yang tidak benar sehingga membuat opini yang tidak baik di publik," tutupnya.
Lantas, apa akar masalahnya? Mengapa Asnawi sampai perlu membuat pernyataan semacam itu?
Klarifikasi Asnawi & Awal Mula Singgung Pernyataan Arya Sinulingga
Polemik yang terjadi antara Asnawi dan Arya Sinulingga bermula dari kekalahan Indonesia dalam laga kontra Cina pada Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Dalam laga yang diselenggarakan di Cina pada 15 Oktober 2024 lalu itu, Indonesia takluk dari tuan rumah dengan skor akhir 2-1.
Kala itu, timnas Garuda ditukangi oleh pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. Momen tersebut juga jadi awal beredarnya isu perpecahan di ruang ganti timnas. Tak lama setelahnya, Shin Tae-yong dipecat PSSI.
Arya Sinulingga, dalam acara siniarnya bertajuk "BebAS", kemudian mengomentari laga tersebut. Dalam apa yang ia percaya, kekalahan atas Cina merupakan anomali di tengah tren positif timnas mengarungi kualifikasi Piala Dunia.
"Kalau enggak ada masalah ruang ganti, pasti kita enggak gitu komposisinya waktu lawan Cina," kata Arya dalam siniar tersebut.
"Enggak mungkin Jay Idzes diganti dari [posisi] kapten," lanjut Arya.
Dalam siniar tersebut, Arya berbicara bersama pengamat sepak bola, Haris Pardede alias Bung Harpa.
Ketika Arya menyinggung persoalan ruang ganti tersebut, Bung Harpa lalu menginterupsi pernyataan Arya dengan menyebut bahwa tak ada pergantian posisi kapten karena sejak awal Asnawi merupakan pemimpin utama pemain di tim.
"Jay Idzes-nya katanya yang 'yaudah Asnawi aja yang kapten'," kata Bung Harpa menjelaskan informasi yang ia tahu terkait posisi kapten timnas kala itu.
Arya lalu menyatakan bahwa Jay Idzes sebenarnya merupakan kapten utama ketika laga itu berlangsung.
"Enggak, udah diganti sejak... Makanya Jay Idzes yang [harusnya jadi] kapten," kata Arya.
Pernyataan tersebut lah yang kemudian jadi polemik antara Arya dan Asnawi. Melalui klarifikasinya, Asnawi menyatakan bahwa pernyataan Arya jauh dari fakta yang ada.
Dalam klarifikasi pada Kamis lalu, Asnawi mengungkapkan bahwa ia sudah lama ingin memberikan ban kapten kepada pemain lain.
"Saya pribadi sudah lama berniat untuk memberikan kapten itu ke pemain lain bahkan sebelum Piala Asia," tulis klarifikasi Asnawi.
Akan tetapi, ketika membicarakan persoalan ban kapten utama kepada jajaran pelatih, Asnawi diberi tahu bahwa keputusan menjadikan bek sayap itu sebagai kapten utama adalah pilihan Shin Tae-yong selaku pelatih kepala.
Ia juga menuturkan sempat mencoba kembali untuk memberikan posisi kapten utama kepada pemain lain dalam laga kontra Australia di Gelora Bung Karno.
"Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy, Thom, Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih, siapa first kapten dan vice," tulisnya.
Namun, dalam kesempatan itu, Shin Tae-yong tetap pada keputusannya untuk menjadikan Asnawi sebagai kapten utama. Pernyataan ini lalu berbeda dengan klaim Arya Sinulingga yang menyatakan bahwa Jay Idzes merupakan kapten utama.
"Kalau memang perkataan Bapak itu benar, Jay sudah di tentukan [ditentukan] sebagai first kapten melawan Cina, please let me know who telling you?" tulis Asnawi menanyakan siapa informan Arya Sinulingga.
Kemudian, dalam klarifikasi pada Jumat, Asnawi mempertegas bahwa masalah ruang ganti yang selalu digaungkan sejumlah pihak tidaklah benar.
"Saya mempertegas tidak ada masalah apapun di ruang ganti against Cina," kata Asnawi.
Ia juga menyinggung tentang komposisi pemain yang sempat disampaikan Arya dalam pernyataannya. Selaku pesepak bola profesional, Asnawi menilai bahwa perubahan komposisi merupakan hal yang biasa dalam sepak bola.
"Jika perubahan strategi tidak membuahkan hasil yang baik, itu adalah hal yang normal di sepakbola," tulis Asnawi.
"Stop lah mengeluarkan steatment [statement] yang membuat keliru di publik. Lagian pertandingan itu sudah jauh berlalu gaada gunanya juga buat dibahas kembali. Lebih baik membahas bagaimana Timnas Indonesia lebih berprestasi kedepannya," lanjut Asnawi.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































