Dua Pilot Susi Air, Positif Morfin

Oleh: Mutaya Saroh - 12 Januari 2017
Dibaca Normal 1 menit
Dua pilot Susi Air berkewarganegaraan asing, masing-masing berinisial BH dan DE diketahui positif morfin dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat.
tirto.id - Dua pilot Susi Air diketahui positif morfin dalam pengecekan urine di Cilacap, Jawa Tengah. Kedua pilot berkewarganegaraan asing, masing-masing berinisial BH dan DE itu hari ini dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat.

Keputusan untuk membawa dua pilot itu ke Jakarta diambil setelah pihak BNN bertemu dengan dokter maskapai Susi Air yang datang dari kantor pusatnya di Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat.

Seperti dikutip dari Antara, BH dan DE, diterbangkan dari Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu sore, (11/1/2017) menggunakan penerbangan khusus Susi Air dan dikawal langsung Kepala BNN Kabupaten Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Santosa.

Saat dihubungi Antara, Kepala BNN Kabupaten Cilacap AKBP Edy Santosa mengatakan pihaknya berinisiatif membawa dua pilot itu ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Laboratorium BNN Pusat.

"Di samping atas permintaan manajemen Susi Air, kami juga harus membawa mereka menjalani pemeriksaan laboratorium untuk mendapatkan kepastian karena peralatan di BNN Pusat lebih komplet. Pemeriksaan tersebut meliputi rambut dan darah," jelasnya.

Kendati demikian, Edy enggan menyebutkan secara rinci apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan antara BNN Kabupaten Cilacap, dokter maskapai Susi Air, dan kedua pilot tersebut.

"Kami tetap bawa mereka ke sana (BNN Pusat, red.) dulu. Hasil pastinya dari sana," tegasnya.

Seperti diwartakan, sebanyak 44 orang yang terdiri atas pilot, kopilot, pramugari, siswa sekolah penerbangan, dan pekerja lainnya menjalani pemeriksaan urine yang digelar BNN Kabupaten Cilacap di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Rabu (11/1/2017) pagi.

Dari hasil pemeriksaan urine tersebut, dua pilot Susi Air, yakni BH dan DE diketahui positif morfin. Akan tetapi saat ditanya petugas, BH mengaku tidak mengonsumsi apa pun dalam satu pekan terakhir.

Bahkan saat baru tiba di ruang kedatangan Bandara Tunggul Wulung, BH sempat menolak untuk menjalani pemeriksaan urine namun setelah dilakukan pendekatan oleh petugas bandara dan BNN serta petugas maskapai Susi Air, dia akhirnya bersedia dicek urinenya.

Setelah diketahui positif morfin, BH dan DE dilarang menerbangkan kembali pesawat mereka ke Jakarta dan pihak manajemen Susi Air mendatangkan pilot pengganti dari Bandara Nusawiru.

Dari informasi yang dihimpun, diketahui BH dan DE secara bergantian menjadi pilot dan kopilot dalam rute penerbangan Halim Perdanakusuma-Cilacap pergi pulang.

Baca juga artikel terkait NARKOBA atau tulisan menarik lainnya Mutaya Saroh
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh