tirto.id - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, melaporkan Dana Pihak Ketiga (DPK) melambat secara tahunan sebesar 7,00 persen (year on year/yoy) dan terkontraksi sebesar 0,37 persen secara bulanan (month to month/mtm). Meski begitu, secara tahun berjalan atau sejak awal tahun 2025, DPK masih tumbuh sebesar 5,17 persen (year to date/ytd).
“Pada Juli 2025 DPK tumbuh sebesar 7,0 persen (yoy), bulan Juli (tahun) yang lalu sebesar 7,72 persen dan terkontraksi secara bulanan -0,37 persen (mtm). Juni sebelumnya adalah 2,83 persen. Sedangkan sejak awal tahun, DPK tumbuh 5,17 persen (ytd),” paparnya, dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025).
Menurut Dian, perlambatan pertumbuhan DPK ini terjadi karena pertumbuhan DPK oleh bank dengan Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan KBMI 3 kompak melambat, dengan pertumbuhan DPK bank KBMI 2 ialah sebesar 1,60 persen, turun dari posisi Juli 2024 yang masih sebesar 3,22 persen dan DPK pada bank KBMI 3 per Juli tumbuh sebesar 4,18 persen, anjlok dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang masih sebesar 8,11 persen.
Sementara, untuk DPK pada bank KBMI 4 per Juli 2025 tercatat tumbuh sebesar 8,96 persen, naik dari posisi Juli 2024 yang masih sebesar 8,62 persen dan DPK pada KBMI 1 juga mengalami kenaikan dari posisi Juli tahun lalu sebesar 7,79 persen menjadi 10,80 persen pada Juli 2025.
“Pertumbuhan DPK secara tahunan juga disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan giro dan deposito, sedangkan tabungan masih tercatat tumbuh,” ujar Dian.
Dalam bahan paparan yang disajikan Dian, OJK mencatat pertumbuhan DPK pada komponen giro per Juli 2025 masih sebesar 10,72 persen, turun tipis dari periode tahun sebelumnya yang sebesar 10,73 persen.
Sedangkan, untuk DPK pada komponen tabungan tumbuh sebesar 5,91 persen, melambat dari periode Juli 2024 yang sebesar 6,21 persen. Kemudian, DPK pada komponen deposito per Juli 2025 tumbuh 4,84 persen, anjlok dari posisi Juli tahun lalu yang sebesar 6,61 persen.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id




































