Menuju konten utama

Dokumen Epstein Tentang Apa Dikaitkan dengan Tiga Tokoh Inggris?

Tiga tokoh kenamaan di Inggris tersandung kasus Jeffrey Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman AS baru-baru ini. Dokumen Epstein tentang apa itu?

Dokumen Epstein Tentang Apa Dikaitkan dengan Tiga Tokoh Inggris?
Pangeran Andrew meninggalkan Katedral St Giles, setelah peti mati Ratu Elizabeth tiba di sana, di Edinburgh, Skotlandia, Senin, 12 September 2022. Di Katedral ada Kebaktian untuk merayakan kehidupan Ratu dan hubungannya dengan Skotlandia. (AP Photo/Petr David Josek)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dua eks bangsawan dan satu politikus berpengaruh Inggris terseret dalam skandal file Epstein. Ketiganya dikaitkan terlibat pada dugaan jaringan kekerasan dan perdagangan seksual kasus Jeffrey Epstein. Dokumen Epstein adalah bukti awal yang menyeret ketiganya.

Ketiga tokoh Inggris yang terseret dalam kasus Epstein adalah eks Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor dan istrinya, Sarah Ferguson; serta eks duta besar Inggris dan tokoh reformis partai buruh, Peter Mandelson.

Nama ketiga tokoh tersebut tertulis dalam Jeffrey Epstein Files. Dalam perilisan isi dokumen Epstein teranyar oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada Jumat (30/1/2026), nama mereka muncul pada salah satu dari lebih 3 juta dokumen, 2.000 video, dan 180.000 foto terkait penyelidikan Jeffrey Epstein.

Seturut CNN, di tengah proses penyelidikan kasus Jeffrey Epstein oleh Kongres AS, eks Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor kini didesak untuk memberikan kesaksian di Washington. Sementara Peter Mandelson diminta untuk pensiun dari Majelis Tinggi Parlemen Inggris.

Berdasarkan file rilisan DOJ, apa itu dokumen Epstein yang isinya mengandung keterlibatan Andrew, Ferguson, dan Mandelson dengan Jeffrey Epstein? Simak ulasannya:

1. Andrew Mountbatten-Windsor

Keterkaitan Andrew Mountbatten-Windsor dengan Jeffrey Epstein muncul sejak kali pertama Epstein dokumen dibuka ke publik oleh Hakim Federal Loretta Preska pada 3 Januari 2024 lalu. Dalam 1.000 halaman dokumen yang dirilis itu, eks pangeran Inggris itu banyak disebut.

Kala itu, perilisan dokumen ini dilakukan dalam penyelidikan kasus gugatan tindak pidana kekerasan seksual yang dilayangkan penyintas Virginia Giuffre terhadap Ghislaine Maxwell. Maxwell adalah rekan Epstein yang terlibat erat dalam jejaring perdagangan seksual.

Dalam dokumen Epstein jilid pertama itu, muncul kesaksian dari penyintas yang pernah dilecehkan secara seksual oleh Andrew Mountbatten ketika berada di rumah Epstein di New York pada 2001. Terdapat pula konfirmasi tentang kunjungan Andrew ke pulau pribadi Epstein Island, Little St. James.

Pasca namanya muncul dalam pengadilan kasus terkait Epstein, Andrew lalu berupaya untuk membersihkan namanya. Ia membantah seluruh tuduhan atasnya dan mengklaim bahwa ia telah memutus semua hubungan dengan Jeffrey Epstein pada 2010.

Namun, klaim pemutusan hubungan pada 2010 itu terbantahkan dalam perilisan Epstein Files pada 2025 lalu. Sebuah surel menunjukkan bahwa Mountbatten ternyata menghubungi Epstein lagi pada 2011, meminta pemodal AS itu untuk "tetap berhubungan dekat" dan mereka "bersama-sama dalam hal ini".

Karena temuan itu, Raja Charles III mencabut gelar kerajaan Mountbatten-Windsor pada Oktober 2025 lalu. Setelahnya, proses pengusiran Andrew dari tanah kerajaan di Windsor dimulai.

Kemudian, dalam dokumen Epstein yang dirilis DOJ pada Januari 2026, Andrew Mountbatten muncul kembali. Kali ini, Andrew muncul di tiga foto.

Tanpa konteks yang jelas, foto itu menunjukkan Andrew Mountbatten tampak sedang berlutut di atas seorang perempuan (mungkin gadis muda) yang berbaring dengan pakaian lengkap di lantai. Dua dari tiga foto itu memperlihatkan Mountbatten-Windsor sedang menyentuh perut dan pinggang perempuan yang mukanya disensor.

Foto itu dirilis tanpa penjelasan konteks lebih jauh. Andrew hingga kini juga tak memberikan keterangan terkait hal tersebut.

Pada Sabtu (31/1), atas kasus Epstein-Pangeran Andrew ini membuat Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mendesak Andrew agar bersaksi kepada Kongres AS.

"Anda tidak bisa mengaku berpihak pada korban jika Anda tidak siap melakukan [kesaksian] itu," kata Starmer, dikutip dari BBC.

2. Sarah Ferguson

Sarah Ferguson merupakan mantan istri Andrew Mountbatten-Windsor. Sebelum namanya tersangkut dalam kasus Jeffrey Epstein, Ferguson merupakan pelindung atau duta besar untuk beberapa badan amal Inggris dan bergelar Duchess of York.

Dalam dokumen Epstein terbaru, Ferguson muncul di sejumlah surel. Keduanya tampak saling berbalas pesan melalui surel.

Salah satunya adalah surel Ferguson pada Januari 2010. Dalam surel itu, Ferguson menulis: "Kau adalah legenda. Aku benar-benar tidak punya kata-kata untuk menggambarkan, sayangku, rasa terima kasih atas kemurahan hati dan kebaikanmu. Xx Aku siap melayanimu. Nikahi aku saja."

Meskipun dokumen Epstein terbaru tak memberikan konteks pelanggaran hukum yang dilakukan Sarah Ferguson, namun hal tersebut memberikan gambaran lebih jauh tentang hubungan keduanya.

Sebelumnya, dalam dokumen Epstein yang dirilis tahun-tahun sebelumnya, Sarah Ferguson muncul dalam berbagai surel. Oleh Epstein, Ferguson tampak "digunakan" untuk membersihkan namanya dari tuduhan pedofil.

Dalam sebuah surel tanpa tanggal, Epstein memberikan informasi pada firma hukum Sitrick and Company bahwa ia ingin "Anda menyusun pernyataan yang idealnya akan dikeluarkan oleh Fergie".

Pada surel tertanggal Maret 2011, Epstein kembali menulis surel kepada firma hukum itu dan menyebut "Saya pikir Fergie sekarang dapat mengatakan, saya bukan pedofil".

Pada Oktober 2009, sebuah surel ditulis Ferguson kepada Epstein. Isinya, Ferguson menyatakan bahwa ia "sangat membutuhkan" uang 20.000 poundsterling untuk biaya sewa.

Tak jelas apakah Epstein menyanggupi permintaan uang itu. Namun, Epstein Files published oleh Departemen Kehakiman AS memperlihatkan bahwa terduga pedofil itu pernah mengirimkan uang senilai 150.000 poundsterling kepada Sarah Ferguson pada 2001, jauh sebelum permintaan uang sewa Ferguson.

3. Peter Mandelson

Peter Mandelson merupakan tokoh politik berpengaruh di Inggris. Ia memiliki julukan "Pangeran Kegelapan" dan merupakan tokoh reformasi Partai Buruh Inggris.

Pada September 2025 lalu, Mandelson dipecat sebagai duta besar Inggris untuk AS setelah namanya muncul dalam "buku ulang tahun" yang disusun untuk ulang tahun Epstein yang ke-50. Dalam buku itu, Mandelson menulis catatan tangan dan menyebut Epstein sebagai "sahabat terbaikku".

Dalam Epstein Files yang dirilis pada 30 Januari 2026 lalu, nama Mandelson kembali muncul. Ia tampaknya telah membocorkan rencana pajak pemerintah Inggris yang sensitif kepada Epstein.

Melalui rekaman surel yang dirilis, Epstein sejak 2009 kerap memberikan uang pinjaman kepada Mandelson melalui pasangan gay-nya, Reinaldo Avila da Silva. Dokumen Epstein terbaru juga mengungkap bahwa Mandelson telah membocorkan dokumen pemerintah Inggris yang sensitif ketika ia menjabat sebagai menteri bisnis pada 2009.

Kini, Mandelson telah mengundurkan diri dari Partai Buruh Inggris. Pada Senin (2/2), kepolisian London juga menyatakan telah menerima sejumlah laporan terkait dugaan pelanggaran di kalangan pejabat publik pasca perilisan Epstein Files.

Baca juga artikel terkait JEFFREY EPSTEIN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar