Doa Sesudah Adzan dan Artinya sesuai Sunnah

Penulis: Abdul Hadi, tirto.id - 19 Nov 2021 20:26 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Bacaan doa sesudah adzan dan artinya sesuai sunnah beserta keutamaannya.
tirto.id - Usai azan berkumandang, seorang muslim disunahkan membaca doa sesudah azan. Berikut ini bacaan doa sesudah azan beserta keutamaannya.

Azan sendiri adalah panggilan ibadah bagi umat Islam untuk menunaikan salat fardu. Panggilan azan dikumandangkan muazin dari masjid setiap memasuki waktu salat lima waktu.

Dari sejarahnya, azan disyariatkan pada 2 hijriah. Awalnya, Nabi Muhammad memusyawarahkan kepada para sahabat cara memanggil umat Islam agar berkumpul untuk menunaikan salat berjemaah.

Usulan azan ini disampaikan oleh Umar bin Khattab dan diterima oleh semua sahabat. Ditambah lagi, Nabi Muhammad SAW juga menyetujui usulan tersebut.

Terkait lafal azan sendiri, hal itu disampaikan oleh Abdullah bin Zaid bahwa ia bermimpi bertemu seseorang yang mengajarinya suatu bacaan dengan suara lantang.

Orang itu kemudian mendiktekan kepada Abdullah bin Zaid lafal azan yang kita kenal sekarang. Ketika bangun, ia menceritakan perihal mimpi itu kepada Nabi Muhammad.

Lantas, Rasulullah SAW berkata: "Itu mimpi yang sebetulnya nyata ... " (H.R. Abu Daud). Kemudian, diajarkanlah lafal azan kepada Bilal bin Rabah untuk dikumandangkan sebagai tanda pemanggil umat Islam memasuki waktu salat fardu.

Dilansir NU Online, seorang muslim yang membaca doa sesudah azan akan memperoleh syafaat di hari Kiamat, sebagaimana tergambar dalam riwayat Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa saja yang berdoa ketika mendengar seruan azan ‘Allāhumma rabba hādzihid dakwatit tāmmah, was shalātil qā’imah, āti muhammadanil wasīlata wal fadhīlah, wab‘atshu maqāmam mahmūdanil ladzī wa‘attah,’ niscaya jatuhlah syafaatku padanya di hari kiamat’," (H.R. Bukhari).


Bacaan Doa Sesudah Azan dan Artinya


Berikut ini bacaan doa sesudah azan dan artinya, sebagaimana dikutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap (1976) yang ditulis Moh. Rifa'i.

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ المِيْعَادَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Bacaan latinnya: "Allāhumma rabba hādzihid dakwatit tāmmah, was shalātil qā’imah, āti sayyidanā muhammadanil wasīlata wal fadhīlah, wab‘atshu maqāmam mahmūdanil ladzī wa‘attah, innaka lā tukhliful mī’ād. Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā."

Artinya, "Ya Allah, Tuhan seruan yang sempurna dan shalat yang berdiri, berikanlah wasilah [tempat di surga] dan keutamaan kepada Nabi Muhammad saw. Bangkitkan ia pada kedudukan terpuji [hak syafa’at] yang Kaujanjikan. Sungguh, Engkau tidak akan menyalahi janji. Tuhanku, ampunilah dosaku dan [dosa] kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil."


Baca juga artikel terkait DOA SESUDAH ADZAN atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom

DarkLight