tirto.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memperkuat antisipasi penyebaran penyakit super flu, meski hingga saat ini kasus tersebut belum ditemukan di Ibu Kota.
Kepala Dinkes DKI, Ani Ruspitawati, mengatakan super flu merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebabkan virus influenza tipe A H3N2 subclade K.
Langkah antisipasi dimulai dari puskesmas yang menyosialisasikan informasi mengenai super flu kepada masyarakat.
"Fasilitas kesehatan di DKI Jakarta juga telah diinformasikan mengenai kewaspadaan penyebaran SuperFlu, mengenali gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif, terutama untuk kasus ISPA dan pneumonia," ucapnya kepada awak media, Minggu (4/1/2026).
Ia menambahkan, Dinkes DKI juga aktif melakukan skrining kesehatan melalui lima puskesmas di setiap kota administrasi dan satu rumah sakit (RS) untuk mendeteksi kasus super flu.
"Warga Jakarta harus senantiasa waspada akan terjadinya potensi penularan penyakit ISPA, mengingat mobilitas penduduk yang cukup tinggi setelah masa libur natal dan tahun baru serta sudah dimulainya musim penghujan," kata Ani.
Menurut Ani, berdasarkan temuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 1 Januari 2026, super flu telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025. Kasus tersebut ditemukan di delapan provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.
Meski demikian, masyarakat Ibu Kota diminta melakukan sejumlah langkah agar terhindar dari super flu, yakni sering mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk.
Selain itu, warga diimbau menghindari menyentuh wajah, mengonsumsi nutrisi seimbang, meminum air dua liter per hari, beristirahat cukup, berolahraga secara teratur, dan segera ke fasilitas kesehatan apabila keluhan berlanjut.
"Waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat, [yakni] napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, saturasi oksigen kurang dari 92 persen," ujar Ani.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id
































