Menuju konten utama

Dividen Sektor Keuangan Paling Dominan Capai Rp68,46 triliun

Hingga per 8 Agustus 2025 ada sebanyak 391 tindakan korporasi berupa pembagian dividen.

Dividen Sektor Keuangan Paling Dominan Capai Rp68,46 triliun
Ilustrasi penjualan saham dan obligasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat sektor keuangan-bank menjadi paling banyak menebar dividen hingga per 8 Agustus 2025. Sektor ini mampu berikan kontibusinya hingga mencapai Rp68,46 triliun.

Kemudian, diikuti oleh sektor energi, khususnya produksi batu bara dengan nilai Rp26,74 triliun; Infrastruktur-layanan telekomunikasi terintegrasi senilai Rp17,48 triliun; sektor industri-holding mutisektor membagi dividen hingga Rp7,65 triliun; dan sektor Infrastruktur-layanan telekomunikasi nirkabel menebar dividen senilai Rp7,44 triliun.

“Mana si sektor usaha yang paling banyak membagikan dividen di tahun 2025? Maka yang paling terbesar adalah sektor financial, kemudian energy and core production, disusul dengan infrastructure integrated dan telecommunication service, kemudian industri multisector dan holding di 7,6 persen (dari total dividen yang dibagikan), dan infrastructure serta wireless di 7,44 persen,” papar Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, dalam Konferensi Pers di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (11/8/2025).

Di sisi lain, sektor yang paling banyak mendistribusikan Efek Bersifat Surat Utang dan Sukuk (EBUS) adalah keuangan dan pembiayaan konsumen, dengan nilai mencapai Rp23,23 triliun. Selanjutnya, diikuti oleh sektor keuangan dan perbankan senilai Rp17,87 triliun, sektor keuangan dan pembiayaan bisnis spesialis sebesar Rp14,42 triliun, sektor bahan dasar dan kertas senilai Rp10,56 triliun, dan industri pulp dan kertas senilai Rp6,94 triliun.

“Sedangkan untuk sektor yang menerbitkan surat utang tetap sama, distribusi dilakukan yang lima besar adalah financial-consumer financing, financial-banks, financial specialize business financing, basic material dan industry paper, and paper. Kira-kira itu sektor-sektor yang baik untuk equity maupun untuk efek bersifat utang,” lanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan catatan KSEI, hingga 8 Agustus 2025 ada sebanyak 391 tindakan korporasi berupa pembagian dividen. Sedangkan secara total, terdapat 4.727 tindakan korporasi yang telah berlangsung sejak awal tahun, dengan tindakan korporasi meliputi pembayaran bunga obligasi, bagi hasil, pelunasan pokok, pembagian dividen, dan tindakan korporasi lainnya.

“Nilai distribusi tindakan korporasi selama tahun 2025 ada Rp407 triliun, yang sudah didistribusikan di antaranya dalam bentuk pembayaran bunga obligasi, obligasi paling banyak, ya ada 2.534 kali, bagi hasil 914 kali, pelunasan pokok 380 kali, kemudian dividen 391 kali, dan lainnya 508 kali,” rinci Samsul.

Baca juga artikel terkait SETORAN DIVIDEN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra