tirto.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan nominal dana bantuan untuk Program Indonesia Pintar (PIP) bagi para siswa belum bisa dinaikan. Hal ini disebabkan karena adanya pemangkasan anggaran yang signifikan.
Mulanya, dalam rapat kerja antara Komisi X DPR RI dan Mendikdasmen sempat disinggung adanya kenaikan dana PIP. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP, Sofyan Tan.
“Sekali lagi kami apresiasi karena mendapatkan info dana kebesarannya untuk tingkat SD menjadi Rp600 ribu dan SMP menjadi Rp1 juta. Benar ya?,” kata Sofyan dalam rapat, Rabu (21/1/2026).
Kemudian dalam rapat itu diinformasikan bahwa hanya ada penambahan penerima yakni untuk tingkat TK.
Sofyan berharap bahwa kenaikan itu dapat terjadi sebab besaran saat ini sudah terlalu lama diterapkan dan tak relevan dengan kondisi ekonomi saat ini.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI lainnya, Dedi Wahidi, mengatakan bahwa dirinya juga sudah menerima informasi kenaikan PIP untuk SD dan SMP dan telah mensosialisasikannya.
Namun, saat ini, Dedi mengaku bahwa dirinya merasa malu sebab ternyata hal itu belum menjadi keputusan final
“Ini bagaimana? Saya enggak berani datang ke SD-SMP ini karena saya juga sudah menyampaikan bahwa SD tahun 2026 naik, SMP naik, itu kan dari Pak Menteri dari Bu Sekjen, ini kenapa andar undur,” kata Dedi.
Atas hal ini, Mu’ti menyebut bahwa kendala utama terletak pada keterbatasan anggaran akibat terjadinya pemangkasan.
“Itu bagian dari perjuangan kami memang. Waktu itu sudah kami usulkan di anggaran, kalau saya ingat dulu pernah kita usul. Kita kan sekitar Rp100 triliun sekian kemudian terjadi jamak qasar, dari Rp100 triliun turun hanya menjadi Rp50 triliun. Jadi memang ada qasar di situ,” kata Mu'ti.
Jamak qasar sendiri mengacu pada istilah yang digunakan dalam menggabungkan dua salat wajib menjadi satu waktu dan sekaligus meringkas jumlah rakaatnya.
Meski demikian, Mu'ti menyatakan pihaknya tetap berkomitmen memperjuangkan agar kenaikan dana PIP dapat direalisasikan di kemudian hari.
“Nanti kita perjuangkan lagi. Tapi kami tetap berkomitmen untuk bagaiaman PIP ini bisa diterima secara langsung oleh murid yang berhak menerimanya dengan pemutakhiran data serta kerja sama dengan bank Himbara yang lebih baik ke depan,” katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id































