tirto.id - Jabatan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI resmi dihidupkan kembali dalam struktur organisasi TNI di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, setelah sempat dihapus sejak tahun 2001.
Pengaktifan kembali jabatan ini merupakan bagian dari validasi organisasi yang tertuang dalam keputusan mutasi terbaru terhadap 27 perwira tinggi (pati) dan 8 perwira menengah (pamen).
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, menunjuk Letjen Bambang Trisnohadi sebagai Kaster TNI yang baru. Sebelumnya, Bambang menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Brigjen Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan bahwa mutasi dan penataan jabatan tersebut merupakan langkah rutin untuk menjawab tantangan tugas yang terus berkembang.
“Mutasi jabatan di tubuh TNI merupakan hal yang biasa, dalam rangka pembinaan karier Prajurit dan kebutuhan organisasi,” kata Aulia kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
Selain mengaktifkan Kaster TNI, validasi organisasi juga menetapkan jabatan Pangdam Jaya/Jayakarta kini diisi oleh perwira tinggi berpangkat bintang tiga atau Letnan Jenderal.
Aulia menambahkan, setiap keputusan diambil dengan pertimbangan matang untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI.
Dalam surat telegram mutasi tersebut, sejumlah posisi strategis lainnya turut mengalami pergantian. Mayjen TNI Lucky Avianto ditunjuk sebagai Pangkogabwilhan III menggantikan Bambang Trisnohadi.
Sementara itu, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia menjabat sebagai Pangdam XXIV/Maybrat, dan Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih menggantikan Mayjen TNI Amrin Ibrahim.
Sebagai informasi, jabatan Kaster TNI terakhir kali diemban oleh Letjen Agus Widjojo pada periode 1999–2001, setelah sebelumnya dijabat oleh Letjen Susilo Bambang Yudhoyono (1998–1999).
Jabatan yang sebelumnya bernama Kepala Sosial Politik (Kasospol) TNI ini dihapuskan pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada tahun 2001 sebagai bagian dari agenda reformasi institusi TNI.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id




























