Menuju konten utama
Haji 2025

Dari Pati ke Tanah Suci, Lina & Ibunda Tunaikan Wasiat Sang Ayah

Lina berdoa agar ibunya selalu diberikan kekuatan untuk menjalani hari-hari tanpa Ayah.

Dari Pati ke Tanah Suci, Lina & Ibunda Tunaikan Wasiat Sang Ayah
Zahrotun Ulin Nusroh, jemaah haji muda usia 18 tahun yang berhaji usai diberi wasiat ayah. FOTO/MCH 2025

tirto.id - Zahrotun Ulin Nusroh memeluk erat ibundanya, Husnul Khotimah, saat tiba di tanah suci. Keduanya menangis haru karena bisa menunaikan ibadah haji. Meeka tergabung dalam Kloter 51 Embarkasi Solo (SOC 51).

Zahrotun atau akrab disapa Lina—merupakan jemaah calon haji berusia muda, 18 tahun. Ia pergi ke Baitullah menggantikan ayahnya yang telah meninggal dunia.

"Ayah meninggal pada 2020. Sejak enam tahun sudah sakit, dan sebelum meninggal sempat dirawat di ICU selama seminggu," kenang Lina kepada tim Media Center Haji (MCH) 2025 di Kota Makkah, Arab Saudi, dikutip Jumat (22/5/2025).

Ayahnya bernama Subkhi. Sebelum tutup usia, almarhum menyampaikan wasiat agar porsi hajinya dilimpahkan kepada Lina. Sang istri, Husnul Khotimah, sempat bingung kenapa suaminya berkata demikian. Namun wasiat merupakan amanah yang mesti ditunaikan.

"Waktu itu ayahnya berpesan kepada saya, agar porsi hajinya dilimpahkan ke Lina. Saya bilang bapak jangan berpikiran begitu, pasti nanti sembuh dan pasti bisa berangkat haji bersama ibu," ucap Husnul, lirih.

Ketika sang ayah wafat, Lina masih kelas satu Madrasah Tsanawiyah (MTs). Lina masih belum tahu esensi pergi haji yang sebenarnya. Perlahan-lahan, jemaah asal Pati, Jawa Tengah, itu mulai mempelajari rukun dan wajib haji. Ia juga memantapkan diri dengan pengetahuan sunah.

"Walaupun sebenarnya saya sedih sekali. Harusnya bapak yang pergi haji sama ibu," ungkap Lina.

Subkhi meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak. Pelimpahan porsi haji itu diberikan kepada anak keduanya--Lina--lantaran anak pertamanya sudah pernah ke tanah suci bersama suaminya. "Sementara adiknya saat ini masih sekolah SD. Belum bisa berangkat haji karena masih usia SD," terang Husnul.

Keberangkatan Lina ke tanah suci bertepatan dengan momen wisuda sekolahnya. Namun, ia terpaksa tidak ikut karena harus berangkat haji. Meski begitu, Lina tidak pernah menyesal, ia justru bangga bisa menunuaikan wasiat sang ayah.

Zahrotun Ulin Nusroh

Zahrotun Ulin Nusroh, jemaah haji muda usia 18 tahun yang berhaji usai diberi wasiat ayah. FOTO/MCH 2025

Sebelum berangkat haji, Lina telah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, yaitu mendaftarkan diri ke Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Universitas Diponegoro Semarang, mengambil Fakultas Hukum.

Perempuan yang bercita-cita jadi Polwan ini berharap, ia bisa menjalankan haji dengan baik dan tertib bersama sang ibu. "Haji itu kan suatu ibadah yang memang ada di rukun Islam. Jadi semoga selama haji ini, bisa melakukan sunah dan wajibnya dengan baik dan tertib," katanya.

Sejak persiapan keberangkatan dari tanah air hingga tiba di Makkah pada 17 Mei 2025, Lina selalu mendampingi ibunya. Beruntunglah, teman sekamarnya adalah para tetangga, sehingga Lina merasa banyak yang mendukungnya.

"Selama ibadah selalu menemani ibu. Seperti kemarin salat di Masjidil Haram, nunggu salat sampai tahajud, sampai nunggu azan Subuh hingga melakukan tawaf," imbuhnya.

Bagi Husnul pun, haji ini menyisakan kerinduan kepada suami. Husnul pernah berangkat umrah bersama suami pada 2019 silam. "Waktu itu Bapak dalam keadaan sakit juga, tapi tetap berangkat umrah sama saya. Dan akhirnya setahun kemudian meninggalkan kita semua," kenangnya sedih.

Dalam momen haji ini, Husnul dan Lina mendoakan yang terbaik untuk almarhum sang Ayah. "Kami berdoa agar suami saya diangkat dosa-dosanya, amal baiknya diterima Allah, ditempatkan di surga-Nya dan dijauhkan dari siksa api neraka," ucap Husnul.

Sementara Lina berdoa agar ibunya selalu diberikan kekuatan untuk menjalani hari-hari tanpa Ayah. "Saya berdoa yang terbaik untuk ibu, semoga kuat menjalani hidup tanpa ayah. Bisa menafkahi keluarga dan panjang umur," ujar Lina.

Lina berharap, setelah pulang haji, ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik, memperbaiki sikap dan lebih istikamah untuk beribadah.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Fahreza Rizky

tirto.id - Sosial Budaya
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Fahreza Rizky