Menuju konten utama

Danantara Tak Khawatir Investor Asing Kabur karena Aturan DSI

CIO Danantara Pandu Sjahrir menegaskan pembentukan DSI untuk kepentingan rakyat dan tidak khawatir investor asing kabur berkat pengelolaan transparan.

Danantara Tak Khawatir Investor Asing Kabur karena Aturan DSI
Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl.RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. ANTARA/Muhammad Heriyanto/am.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menegaskan tidak khawatir dengan potensi hengkangnya pemodal asing menyusul dibentuknya PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan pembentukan DSI dan kebijakan penentuan harga komoditas ekspor sepenuhnya ditujukan bagi kemakmuran rakyat serta akan dikelola secara transparan dan akuntabel.

“Saya pikir apa yang dia [Prabowo] lakukan adalah untuk rakyat Indonesia. Saya pikir ini adalah langkah yang sangat berani, apa yang dia lakukan. Saya pikir ini juga langkah yang tepat,” katanya dalam wawancara dengan Bloomberg TV, dikutip Sabtu (23/5/2026).

Pernyataan Pandu menjelaskan soal Presiden Prabowo Subianto yang berkeinginan untuk menentukan sendiri harga komoditas ekspor sawit. Ucapan Prabowo tersebut dilontarkan saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu, Pandu mengaku tidak khawatir dengan kemungkinan akan hengkangnya para investor asing karena kebijakan ini.

Dia mengakui, sama halnya dengan masa-masa awal pendirian Danantara, DSI dinilai juga akan menghadapi tantangan serupa. Karenanya, untuk menciptakan organisasi tingkat dunia dan juga memberikan nilai tambah maksimal terhadap komoditas strategis nasional, DSI bakal merekrut orang-orang terbaik di dunia.

“Selain itu, kami juga perlu meyakinkan pasar melalui komunikasi dan transparansi dalam langkah-langkah yang kami lakukan. Kedua, kita hanya perlu menciptakan perusahaan itu sendiri,” terang Pandu.

Menurutnya, DSI punya waktu beberapa bulan untuk menempatkan orang-orang terbaik dunia di tingkat pimpinan, sebelum beroperasi secara penuh di 1 Januari 2027.

Berkaca dari proses pembentukan Danantara lebih dari setahun yang lalu, Pandu menilai bahwa pucuk-pucuk pimpinan DSI nantinya hanya perlu melakukan yang terbaik untuk menjadikan badan ekspor tersentral tersebut sebagai organisasi berkelas dunia lainnya.

“Kami akan melakukannya secara sistematis, langkah demi langkah. Sejujurnya, kami juga telah banyak belajar dari apa yang telah kami lakukan di Danantara. Dalam beberapa bulan pertama, itu benar-benar pembelajaran yang hebat bagi kami saat kami mencoba membangun organisasi baru ini. Kami ingin menciptakan organisasi yang berkelas dunia,” ujarnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan kepercayaan investor, khususnya para pemodal asing, DSI juga akan menjalankan proses eksportasi secara transparan. Pun, akuntabilitas badan ini juga akan ditingkatkan.

“Menghindari masalah yang telah menghambat kami dalam beberapa dekade terakhir, dan untuk dapat membawa kesuksesan,” tutur dia.

Berbekal akuntabilitas dan transparansi, ketika nantinya ekspor komoditas-komoditas strategis telah berjalan dengan baik, Indonesia dinilai akan bisa menjadi salah satu penentu harga pasar. Kata Pandu, berapapun harga yang akan ditentukan nantinya, jelas yang diambil dan diputuskan adalah yang terbaik bagi pasar.

“Ketika Anda berbicara tentang harga, berapapun harganya, itu akan baik untuk pasar. Tentu saja, itu juga akan baik untuk kita di Indonesia. Ini harus saling menguntungkan,” tegas Pandu.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah