tirto.id - Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tak masuk dalam proses lelang proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Klarifikasi ini disampaikan Pandu untuk menjawab sentimen yang beredar belakangan, di mana TOBA disebut-sebut tertarik untuk melirik proyek waste to energy (WTE) tersebut.
Sentimen ini muncul seiring dengan langkah TOBA yang memperkuat jaringan bisnis pengolahan sampah di Singapura dan Indonesia pascaakuisisi Sembcorp Environment Pte. Ltd pada Maret 2025. Sementara Pandu, sebelum bergabung ke Danantara, merupakan Wakil Direktur Utama TOBA.
“Kan TOBA enggak ikutan. Ada list-nya. Dan juga, minggu lalu kalau saya enggak salah, teman-teman TOBA sudah declare tidak bakal ikutan untuk proyek yang menyangkut WTE Danantara,” ujar Pandu dalam media briefing di Wisma Danantara, Senin (3/11/2025).
Dia menambahkan bahwa pihak manajemen TOBA sendiri telah menyampaikan pernyataan resmi bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam proyek WTE yang diinisiasi Danantara.
Pandu menjelaskan, proyek PSEL ini akan menggunakan skema pembiayaan 70 persen dari utang dan 30 persen dari equity. Termasuk penggunaan patriot bond sebesar Rp50 triliun yang sudah berhasil dihimpun.
“Kalau dari sisi pendanaan apalagi di debt itu luar biasa interestnya kalau equity-nya setinggi itu apalagi dari sisi debt jadi we want to find yang paling competitive,” ujarnya.
Ia pun menjelaskan, untuk setiap proyek PSEL pemberi utangnya juga akan berbeda-beda, tidak hanya Bank Himbara, tapi juga bank-bank swasta dari dalam dan luar negeri.
“Ini bukan berarti hanya Himbara, banyak sekali dari luar negeri banyak juga bank-bank dalam negeri di luar Himbara yang sangat tertarik. Kita akan mencari mana yang terbaik untuk setiap proyek yang ada,” tambahnya.
Sebagai informasi, saat ini telah terdaftar 24 perusahaan dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) yang akan mengikuti lelang tahap pertama proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) ini, yang nantinya akan berkolaborasi dengan perusahaan lokal.
Sebelumnya, Corporate Finance and Investor Relations PT TBS Energi Utama Tbk, Mirza Rinaldy Hippy, telah mengonfirmasi arah strategis perusahaan.
Dalam paparan kinerja kuartal III-2025, Selasa (28/10/2025), Mirza menyatakan bahwa TOBA memilih untuk fokus pada ekspansi bisnis pengelolaan limbah ke pasar internasional, alih-alih mengikuti tender proyek WTE Danantara.
"Inisiasi bisnis waste management TBS telah dimulai sejak 2018. Kami melanjutkan ekspansi ke pasar Asia Tenggara pada 2023 melalui akuisisi Asia Medical Enviro Services (AMES), dan terakhir dengan mengakuisisi CORA Environment pada 2025," ujar Mirza.
Menurutnya, pengembangan platform pengolahan limbah di kawasan regional merupakan keunggulan kompetitif yang sedang dibangun TBS.
Potensi bisnis limbah di Asia Tenggara dinilai sangat menarik, sehingga keterlibatan dalam proyek WTE Danantara untuk saat ini belum menjadi prioritas.
Saat ini, TBS disebutkan sedang aktif menjajaki peluang investasi dan akuisisi di sektor bisnis hijau di beberapa negara, seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































