Menuju konten utama

Danantara Investasi Rp437 T untuk 20 Proyek Hilirisasi Tahun Ini

Sebanyak 7 proyek sudah mulai dibangun, ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking). Simak selengkapnya.

Danantara Investasi Rp437 T untuk 20 Proyek Hilirisasi Tahun Ini
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani (tengah) bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu (kiri) dan Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rudy Salahuddin (kanan) menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025). Rapat tersebut membahas realisasi investasi pada tahun 2025, skema dan jenis perizinan berinvestasi di Indonesia dengan negara lain di Asia serta dukungan investasi hilirisasi produk unggulan daerah. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wpa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bakal mendorong pelaksanaan 20 proyek hilirisasi dari berbagai sektor pada 2026. Nilai investasi proyek tersebut mencapai 26 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp437,65 triliun.

Dari total proyek tersebut, 7 proyek di antaranya sudah mulai dibangun, ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking).

"Jadi ini total proyeknya 26 billion dolar AS, kurang lebih ini akan menciptakan 600 ribu lapangan pekerjaan. Ini yang dari 20 ini sudah 7 yang sudah dilakukan groundbreaking-nya, dan Insyaallah berikutnya akan disusul 14 lagi," kata CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

Sejumlah proyek hilirisasi yang akan segera dimulai di antaranya, Hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME); produksi copper rod wire dan tube; pengolahan aspal buton; produksi besi baja dari pasir besi; produksi stainless steel slab dari nikel; manufaktur modul surya terintegrasi dari bauksit dan silika; pengolahan manganese sulfate; pengembangan oil refinery domestik; pengembangan kapasitas penyimpanan minyak bumi.

Kemudian, ada pula hilirisasi produk rumput laut menjadi carrageenan; pengembangan produk turunan minyak kelapa sawit (CPO); pengolahan pala menjadi oleoresin; serta pengembangan ekosistem produksi ikan tilapia.

"Kita juga mendorong hilirisasi dari perkebunan dan kertana seperti di kelapa sawit, kayu lok, karek dan lain-lainnya. Dan juga kita akan mendorong di perikanan dan kelautan, dan inilah totalnya di antaranya kita akan mendorong di kelapa, siwit dan lain-lainnya," kata Rosan.

Selain proyek hilirisasi, Danantara juga akan mendorong realisasi 4 investasi strategis di tahun ini. Keempat proyek investasi strategis itu di antaranya, Proyek Wamena melalui pengembangan fasilitas Waste to Energy (WtE) di 33 kota dengan total investasi Rp84 triliun.

Rosan menjelaskan, tahap pertama proyek ini telah dimulai pada November 2024, sementara tahap kedua akan dimulai Maret 2026 dengan groundbreaking di 7 kota.

"Diharapkan program Waste to Energy ini mempunyai dampak yang sangat-sangat positif, kita tidak hanya melihat dari energi elektriknya, justru dampak kesehatan, environment, health, actually is more important and we can justify itu semua," ujar dia.

Selanjutnya, ada pula Proyek Cordova melalui pengembangan fasilitas caustic soda untuk hilirisasi senilai Rp13,4 triliun. Proyek Fukuoka yang neliputi pengembangan data center platform bersama global operator senilai Rp21 triliun; serta Proyek Johor melalui investasi di bidang agrikultur senilai Rp84 triliun.

"Selain 20 proyek hilirisasi, tetapi juga adalah... ini waste to energy, ini juga investasi di caustic soda, ini di perkembangan di data center, platform bersama global operator," papar Rosan.

Baca juga artikel terkait HILIRISASI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Anggun P Situmorang