Dampak KDRT Terhadap Kesehatan Mental Perempuan

Kontributor: Nurul Azizah, tirto.id - 7 Feb 2022 14:20 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Korban KDRT, tidak hanya mengalami luka secara fisik tetapi juga mental, khususnya jika terjadi pada perempuan.
tirto.id - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah kekerasan yang kerap terjadi dalam lingkungan rumah tangga, seperti pernikahan. Banyak kasus KDRT yang melibatkan korban perempuan.

Kasus KDRT bukan hanya mengakibatkan korban luka fisik. Korban KDRT juga dapat mengalami sejumlah permasalahan mental, khususnya jika terjadi pada perempuan.

Ini kemudian memicu korban mengalami beberapa gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, trauma, hingga penyalahgunaan obat-obatan.


Dampak terhadap Kesehatan Mental


Menurut laman The Conservation, wanita yang memiliki pengalaman KDRT rentan terkena masalah kesehatan mental. Masalah kesehatan mental tersebut termasuk Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), depresi, anxiety, substance abuse atau penyalahgunaan obat-obatan, dan keinginan untuk bunuh diri.

Temuan penting dalam Journal of Public Health, wanita yang terkena dampak dari kekerasan antara kedua orang tuanya akan berpotensi mengalami distima, anxiety, dan fobia.

1. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)


Luka atau trauma yang disebabkan oleh KDRT akan mengakibatkan seseorang mengidap PTSD. Dikutip dari laman Womens Health, PTSD dapat terjadi pada seseorang yang mengalami trauma dari pengalaman yang mengejutkan atau menakutkan, seperti serangan seksual atau kekerasan fisik.

Orang dengan PTSD akan mudah terkejut, merasa tegang atau gelisah, sulit tidur, atau meluapkan amarah. Selain itu, pengidap PTSD akan mengalami kesulitan mengingat sesuatu atau memiliki pikiran negatif tentang diri sendiri atau orang lain.

2. Depresi


Depresi merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan rasa sedih berkepanjangan dan kehilangan minat terhadap kegiatan-kegiatan yang biasanya kita lakukan dengan senang hati.

Dilansir dari laman Womens Health, depresi termasuk penyakit serius. Pengidap depresi bisa mendapatkan bantuan untuk merasa lebih baik. Jika Anda merasa tertekan, bicarakan dengan profesional kesehatan mental.

3. Anxiety Disorder


Anxiety disorder merupakan salah satu penyakit mental yang disebabkan oleh KDRT. Dilansir dari laman Womens Health, anxiety bisa berupa kecemasan umum tentang segala hal, atau bisa juga serangan tiba-tiba dari rasa takut yang hebat.

Kecemasan ini bisa menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu dan tentunya sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Korban KDRT berpotensi mengalami anxiety disorede karena kekerasan yang ia alami, baik kekerasan fisik, verbal, maupun psikis. Korban KDRT harus segera memeriksakan diri agar bisa ditangani dengan baik.

4. Substance Abuse


Substance abuse adalah istilah untuk penyalahgunaan zat dan obat-obatan. Dilansir dari Womens Health, banyak wanita dengan pengalaman kekerasan menggunakan obat-obatan sebagai cara mereka untuk coping stress.

Coping stress adalah suatu upaya individu untuk menanggulangi stres dengan cara melakukan perubahan kogntif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya sendiri.

Dilansir dari Womens Health, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 90% wanita dengan masalah penggunaan narkoba pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual

Mengonsumsi obat-obatan mungkin saja membuat penikmatnya merasa lebih baik sesaat, tetapi dampaknya sangat buruk untuk kesehatan dan kehidupan. Obat-obatan, rokok, dan alkohol tidak akan membantu mengatasi permasalahan. Segera minta bantuan jika Anda mulai terpikirkan untuk mengonsumsi obat-obatan.



Baca juga artikel terkait KDRT atau tulisan menarik lainnya Nurul Azizah
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Yonada Nancy

DarkLight