Dampak Eksplorasi & Eksploitasi Barang Tambang Ramah Lingkungan

Kontributor: Ilham Choirul Anwar - 20 Mar 2021 12:45 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Banyak sumber bahan tambang yang dapat ditemukan, misalnya emas, perak, tembaga, timah, minyak bumi, batu bara, panas bumi, dan sebagainya.
tirto.id - Indonesia adalah negara dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Aneka bentuk SDA dapat ditemukan, seperti barang tambang, perikanan, peternakan, air, hingga sumber energi terbarukan.

Salah satu SDA yang sangat potensial di Indonesia adalah tambang. Banyak sumber bahan tambang yang dapat ditemukan, misalnya emas, perak, tembaga, timah, minyak bumi, batu bara, panas bumi, dan sebagainya.

Hasil tambang pun turut meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar tempat penambangan. Kendati demikian, aktivitas penambangan juga tidak lepas dari isu pencemaran lingkungan sebagai dampak dari limbah yang ada.

Sebagian jenis barang tambang telah dimanfaatkan negara untuk menyukupi kebutuhan masyarakat. Misalnya bahan bakar fosil pada batubara dipakai untuk pembangkit listrik.

Kemudian, olahan minyak bumi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alat transportasi hingga bahan bakar kompor minyak.

Sementara itu, barang tambang yang potensinya masih cukup besar salah satunya adalah gas alam.

Di Indonesia, cadangan gas alam masih melimpah dan bahkan sebagiannya diekspor ke negara lain. Berbagai barang tambang dapat menjadi sumber devisa negara.

Namun barang tambang merupakan jenis yang tidak terbarukan. Cadangannya akan menipis seiring dengan berjalannya eksplorasi mau pun eksploitasi.

Oleh sebab itu, penambangan dan pemanfaatannya perlu dilakukan dengan bijak demi kemakmuran rakyat.

Eksplorasi dan Eksplorasi Tambang


Barang tambang agar bisa dimanfaatkan diperlukan eksplorasi dan eksplorasi. Untuk bisa menemukan lokasi tambang yang tepat, memerlukan perencanaan dan pencarian yang akurat sehingga pada saat penambangan dilakukan tidak berakhir sia-sia.

Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 mengenai Minyak dan Gas Bumi, dijelaskan perbedaan antara eksplorasi dan ekploitasi dikaitkan pada barang tambang minyak bumi dan gas.

Dikutip dari e-journal Universitas Atma Jaya Yogyakarta, eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan minyak dan gas bumi di wilayah kerja yang ditentukan.

Eksplorasi dikerjakan oleh para ahli kompeten untuk mendapatkan titik lokasi tambang yang tepat dengan perkiraan cadangan bahan tambang memadai.

Sementara itu, eksploitasi adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan minyak dan gas bumi dan wilayah kerja yang ditentukan.

Eksplorasi pada minyak bumi dan gas terdiri atas pengeboran dan penyelesaian sumur, pembangunan sarana pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan untuk pemisahan dan pemurnian minyak dan gas bumi di lapangan serta kegiatan lain yang mendukungnya.

Jika dikaitkan dengan barang tambang jenis lain, maka pengertian tersebut tidak jauh berbeda. Eksplorasi mengarah ke pencarian informasi potensi lokasi penambangan dan jumlah cadangannya.

Lalu, eksploitasi berkaitan dengan proses menambangnya termasuk langkah-langkah yang diperlukan.

Contoh Barang Tambang Ramah Lingkungan


Sebaran sumber daya alam bahan industri dan barang tambang ramah lingkungan di wilayah Indonesia sangat beragam.

Masing-masing daerah memiliki potensi yang berbeda-beda. Berikut ini aneka sumber daya alam bahan industri di Indonesia, yang dikutip dari situs RumahBelajar.id oleh Kemdikbud.

1. Aneka Bahan Tambang Mineral Industri
  • Batu kapur
  • Yodium
  • Belerang
  • Kaolin
  • Tanah Liat
  • Pasir Kuarsa
  • Batu Granit
2. Aneka Bahan Tambang Logam Industri
  • Pasir Besi
  • Alumunium
  • Timah
  • Nikel
  • Emas dan Perak

Dampak Penambangan Barang Tambang Ramah Lingkungan


Penambangan merupakan salah satu kegiatan dasar yang dilakukan manusia dan berkembang pertama kali bersama-sama dengan pertanian yang oleh karena itu keberadaan pertambangan tidak dapat dipisahkan dari suatu kehidupan atau peradaban manusia.

Pertambangan juga dapat disebut juga sebagai suatu kegiatan yang unik, hal ini disebabkan karena endapan bahan galian pada umumnya tersebar secara tidak merata di dalam kulit bumi baik jenis, jumlah, kualitas maupun karakteristiknya dari bahan galian tambang tersebut.

Dikutip dari situs Sumber Belajar Kemndikbud, seperti halnya aktivitas pertambangan lain di Indonesia, pertambangan barang tambang, seperti batubara telah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan hidup yang cukup besar.

Penambangan batubara secara langsung menyebabkan pencemaran. Limbah pencucian batubara berupa zat-zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan jika airnya dikonsumsi dapat menyebabkan keracunan.

Karena Limbah tersebut mengandung belerang (B), Merkuri (H
g), Asam Slanida (HCn), Mangan (Mn), Asam sulfat (H2SO4), di samping itu debu batubara menyebabkan polusi udara di sepanjang jalan yang dijadikan aktivitas pengangkutan batubara.

Hal ini menimbulkan merebaknya penyakit infeksi saluran pernafasan, yang dapat memberi efek jangka panjang berupa kanker paru-paru, kanker darah, dan kanker lambung. Bahkan disinyalir dapat menyebabkan kelahiran bayi cacat.


Baca juga artikel terkait FISIKA atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Maria Ulfa

DarkLight