Menuju konten utama

Dalai Lama Pemenang Grammy Award 2026, Cina Anggap Manipulatif

Dalai Lama menjadi salah satu pemenang Grammy Awards 2026. Namun, Cina menganggap kemenangan itu sebagai manipulasi politik anti-Cina.

Dalai Lama Pemenang Grammy Award 2026, Cina Anggap Manipulatif
Dalai lama ke 14. wimedia commons/ Christopher Michel/Cmichel67

tirto.id - Grammy winners pada Grammy Awards 2026 salah satunya adalah Dalai Lama. Pemerintah Cina merespons kemenangannya secara sinis. Kementerian Luar Negeri Cina menyebut hal tersebut sebagai manipulasi politik dan sarana propaganda anti-Cina.

Sebelumnya dalam gelaran Grammy 2026 pada Minggu (1/2), Dalai Lama secara mengejutkan berhasil meraih piala untuk kategori Best Album Spoken Word. Penghargaan ini diberikan kepada pembuat karya dokumenter, narasi, audiobook, dan pertunjukkan melalui kata-kata.

Dalai Lama adalah pemuka agama Buddha di Tibet. Ia menjadi pemenang Grammy atas rekamannya yang bertajuk "Meditations: The Reflection Of His Holiness The Dalai Lama (2025)". Album tersebut merupakan cuplikan dari ceramah dan tulisan Dalai Lama ketika merefleksikan kesadaran, harmoni, dan kesejahteraan.

Dalam acara penganugerahan piala, Dalai Lama diwakili oleh musisi Rufus Wainwright yang turut berpartisipasi dalam album tersebut. Sementara Dalai Lama, melalui akun media sosialnya, menyatakan bahwa ia menerima penghargaan Grammy dengan rasa syukur dan kerendahan hati.

"Saya menerima pengakuan ini dengan rasa syukur dan kerendahan hati. Saya tidak melihatnya [penghargaan ini] sebagai sesuatu yang personal, tetapi sebagai pengakuan atas tanggung jawab universal kita bersama," tulis Dalai Lama dikutip USA Today, Minggu (1/2/2026)

Kemenangan Dalai Lama Disebut Manipulasi Politik Anti-Cina

Penganugerahan piala Grammy kepada pemuka agama berusia 90 tahun itu ditentang otoritas Beijing. Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan bahwa hal tersebut merupakan manipulasi politik untuk mengkampanyekan sentimen anti-Cina.

"Kami dengan tegas menentang pihak-pihak terkait yang menggunakan penghargaan seni sebagai alat untuk manipulasi politik anti-Cina, dan posisi ini konsisten dan jelas," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Lin Jian, dikutip dari BBC, Selasa (3/2/2026)

Dalai Lama hingga kini masih hidup dalam pengasingan setelah dinyatakan sebagai pemberontak dan pemimpin separatisme Tibet oleh Beijing pada 1959. Kini, Dalai Lama hidup di Dharamshala di India.

Sejak Republik Rakyat Cina (RRC) berkuasa, wilayah Tibet menjadi salah satu konflik teritorial di Cina yang berlangsung hingga kini. Cina mengklaim Tibet sebagai wilayah integral dari RRC, sementara Dalai Lama yang jadi pemimpin agama sekaligus politik di Tibet berkampanye untuk otonomi yang lebih besar bagi wilayah berjuluk Atap Dunia itu.

Tibet yang semula jadi bagian dari wilayah Dinasti Qing, tumbuh jadi wilayah teokrasi pasca runtuhnya dinasti terakhir Cina itu pada 1912. Dalai Lama kemudian jadi pemimpin spiritual sekaligus politik wilayah tersebut.

Selama periode pembentukan RRC, hubungan Dalai Lama dengan Beijing meregang. Peristiwa Pemberontakan Lhasa membuat Dalai Lama dinyatakan sebagai pemberontak dan harus melarikan diri dari Tibet. Sejak saat itu, Dalai Lama hidup di pengasingan dan mendirikan Pemerintah Tibet di Pengasingan (CTA).

Tahun 2025 lalu, Dalai Lama mengumumkan rencana penunjukan pengganti yang membuat keretakan hubungannya dengan Beijing membesar. Menurut tradisi Buddha Tibet, Dalai Lama akan bereinkarnasi setelah kematian. Berdasarkan nubuat para biksu, seorang anak kecil akan terpilih sebagai Dalai Lama baru setelah pendahulunya wafat.

Dalam pengumuman penunjukan suksesinya, Dalai Lama menyatakan bahwa reinkarnasinya kali ini akan terjadi di "dunia bebas". Hal ini ditafsirkan sebagai peluang penunjukan Dalai Lama dari luar daratan Cina.

Pejabat Beijing bersikeras menolak nubuat itu dan berupaya mencabut wewenang Dalai Lama untuk menentukan pengganti. Hal ini menciptakan kekhawatiran akan potensi konflik lebih jauh di Tibet.

Baca juga artikel terkait GRAMMY AWARDS atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar