Menuju konten utama

Dahnil Minta Petugas Layani Jemaah Haji Lansia & Risti Maksimal

Ribuan jemaah haji membutuhkan perlindungan dan pendampingan yang ekstra dari para petugas yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi.

Dahnil Minta Petugas Layani Jemaah Haji Lansia & Risti Maksimal
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat memimpin apel pagi dalam agenda Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (24/1/2026). foto/ Humas Kemenhaj
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan sebanyak 170 ribu dari 203.320 jemaah haji reguler 2026 masuk dalam kategori risiko tinggi (risti). Karena itu, para petugas haji diminta mendampingi mereka secara maksimal.

Jemaah haji yang masuk kategori risti adalah kondisi seseorang dengan tingkat bahaya signifikan yang disebabkan oleh penyakit bawaan, kondisi medis, dan faktor usia.

"Di sinilah urgensi kenapa petugas-petugas haji itu adalah orang-orang yang punya tanggung jawab tinggi, disiplin tinggi, fisik tinggi, stamina tinggi," kata Dahnil di sela-sela kegiatan Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi hari ke-17 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (26/1/2026).

Dahnil meminta agar para petugas haji yang bertugas di Arab Saudi dapat mendampingi dan melayani jemaah secara maksimal. Hal itu, kata Dahnil, hanya dapat dilakulan oleh petugas haji dengan fisik dan stamina yang baik.

Apalagi, kata Dahnil, dari sekitar 170 ribu jemaah risti tersebut, sebanyak 33 ribu masuk kategori lanjut usia dengan rentan usia 65 tahun ke atas. Kemudian, 56 persennya perempuan.

Melihat profil jemaah haji 2026 seperti itu, kata Dahnil, maka ribuan jemaah tersebut sudah pasti membutuhkan perlindungan dan pendampingan yang ekstra dari para petugas haji Indonesia yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi.

Di sisi lain, Dahnil menegaskan bahwa Kemenhaj telah mengimbau para jemaah yang akan berangkat untuk mengikuti seluruh arahan dari para petugas haji.

"Kami selalu mengimbau beliau-beliau yang nanti menunaikan haji itu harus selalu mengikuti panduan dan arahan dari petugas haji di Kementerian Haji dan Umrah, terutama terkait dengan kapasitas fisik, stamina, dan sebagainya," kata dia.

Sebagai informasi, Diklat PPIH Arab Saudi 2026 ini digelar dengan konsep semi-militer di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak 10 hingga 30 Januari secara luring dan akan dilanjutkan secara daring hingga 8 Februari 2026.

Pada pekan pertama, para peserta diajarkan praktik baris-berbaris atau PBB. Tujuannya untuk melatih kedisiplinan. Sementara di malam harinya peserta mendapatkan materi pengetahuan umum terkait haji, kebijakan nusuk, manasik haji, hingga Bahasa Arab.

Sedangkan pekan kedua fokus pada kelas tugas dan fungsi (tusi), mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, layanan lansia dan disabilitas, hingga bimbingan ibadah. Namun di luar itu, perserta diklat juga dikasih materi "psikologi petugas haji" serta "layanan haji lansia."

Pada pekan ketiga, peserta akan difokuskan pada materi daerah kerja (daker). Selain itu, para peserta juga diberikan materi sosl Strategi Operasional Armuzna pada Puncak Haji 2026, dan materi simulasi Tactical Floor Game (TFG). Materi ini diharapkan dapat membantu para petugas haji dalam mengurai kompleksitas persoalan di lapangan, khususnya saat puncak haji pada Armuzna (Arafah, Musdhalifah, dan Mina).

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Bayu Septianto