tirto.id - Paus Fransiskus wafat pada Minggu, 20 April 2025, dalam usia 88 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi pernapasan. Kabar duka ini langsung disambut ucapan belasungkawa dari para pemimpin dunia dan umat Katolik di seluruh penjuru dunia.
Upacara pemakaman Paus Fransiskus akan dilaksanakan pada Sabtu, 26 April 2025, pukul 10.00 waktu setempat di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Setelah upacara, jenazah akan dibawa ke Basilika Santa Maria Maggiore untuk dimakamkan sesuai wasiat Paus.
Sejumlah pemimpin dunia telah mengkonfirmasi kehadiran mereka dalam upacara tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, termasuk di antara para kepala negara yang dipastikan hadir.
Tokoh dan Pemimpin Dunia yang Hadiri Pemakaman Paus
Sebagai pemimpin tertinggi di Gereja Katolik, Paus memiliki posisi yang penting, baik secara agama maupun politis. Seturut pemberitaan The New York Times, sejumlah pemimpin dunia dipastikan akan menghadiri upacara pemakaman Paus Fransiskus tersebut. Berikut ini daftar tokoh dan pemimpin dunia yang hadiri pemakaman Paus.
Kepala Negara dan Pemerintahan
- Donald Trump (Presiden Amerika Serikat) dan Melania Trump (Ibu Negara)
- Joe Biden (mantan Presiden AS) dan Jill Biden
- Volodymyr Zelenskyy (Presiden Ukraina)
- Emmanuel Macron (Presiden Prancis)
- Javier Milei (Presiden Argentina)
- Luiz Inácio Lula da Silva (Presiden Brasil)
- Keir Starmer (Perdana Menteri Inggris)
- Giorgia Meloni (Perdana Menteri Italia)
- Olaf Scholz (Kanselir Jerman)
- Viktor Orbán (Perdana Menteri Hungaria)
- Kyriakos Mitsotakis (Perdana Menteri Yunani)
- Ulf Kristersson (Perdana Menteri Swedia)
- Luc Frieden (Perdana Menteri Luksemburg)
- Robert Abela (Perdana Menteri Malta)
- Mohammad Mustafa (Perdana Menteri Palestina)
- Aziz Akhannouch (Perdana Menteri Maroko)
- Christopher Luxon (Perdana Menteri Selandia Baru)
- Bart De Wever (Perdana Menteri Belgia)
- Petr Fiala (Perdana Menteri Republik Ceko)
- Simon Harris (Tánaiste dan mantan Taoiseach Irlandia)
- Micheál Martin (Taoiseach Irlandia)
- John Swinney (Menteri Pertama Skotlandia)
- Michelle O'Neill (Menteri Pertama Irlandia Utara)
Keluarga Kerajaan dan Pemimpin Monarki
- Raja Felipe VI dan Ratu Letizia (Spanyol)
- Raja Philippe dan Ratu Mathilde (Belgia)
- Pangeran William (Kerajaan Inggris)
- Pangeran Albert II dan Putri Charlene (Monako)
- Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia (Swedia)
- Raja Abdullah II dan Ratu Rania (Yordania)
- Raja Letsie III (Lesotho)
- Grand Duke Henri dan Grand Duchess Maria Teresa (Luksemburg)
- Pangeran Alois dan Putri Sophie (Liechtenstein)
Perwakilan Organisasi Internasional
- António Guterres (Sekretaris Jenderal PBB)
- Ursula von der Leyen (Presiden Komisi Eropa)
- António Costa (Presiden Dewan Eropa)
- Roberta Metsola (Presiden Parlemen Eropa)
- Tedros Adhanom Ghebreyesus (Direktur Jenderal WHO)
- Gilbert Houngbo (Direktur Jenderal ILO)
- Amy E. Pope (Direktur Jenderal IOM)
- Jerry Pillay (Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia)
Tokoh Agama dan Komunitas Marginal
Sesuai dengan semangat inklusif Paus Fransiskus, pemakaman ini juga dihadiri oleh para pengungsi, tunawisma, narapidana, dan individu dari komunitas transgender. Sebanyak 40 orang dari kelompok-kelompok ini memberikan penghormatan terakhir dalam seremoni pemakaman, mencerminkan komitmen Paus terhadap kaum marginal selama masa kepemimpinannya.Pemakaman Paus Fransiskus menjadi momen refleksi global atas warisan kepemimpinannya yang penuh kasih, inklusif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Kehadiran berbagai tokoh dunia dari latar belakang yang beragam menunjukkan dampak mendalam yang ditinggalkan oleh Paus terhadap umat Katolik dan komunitas internasional secara luas.
Penulis: Hafizhah Melania
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id

































