Daftar Ide Bisnis Budidaya Tanaman yang Potensial dan Menguntungkan

Oleh: Yonada Nancy - 6 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Sejumlah ide usaha budidaya tanaman bisa dijalankan dengan modal minim, tapi tetap menjanjikan keuntungan signifikan.
tirto.id - Budidaya tanaman bisa menjadi salah satu bidang usaha yang menguntungkan, apalagi di wilayah Indonesia yang memiliki iklim dan jenis tanah ramah untuk berbagai varietas tumbuhan.

Sebagian ide usaha budidaya tanaman dapat dijalankan dengan dengan modal minim, tetapi tetap menjanjikan keuntungan. Sementara ide yang lainnya memang memerlukan modal tidak sedikit.

Di sisi lain, potensi pasar untuk penjualan hasil budidaya tanaman buah, sayur, pohon penghasil kayu maupun getah, dan produk konsumsi lainnya, cukup luas di tanah air. Dan, bahkan, sejumlah komoditas hortikultura berpotensi merambah pasar ekspor.

Berikut ini beberapa ide yang bisnis budidaya tanaman yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar dan tidak terlalu sulit untuk dijalankan.

Hidroponik

Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman tanpa tanah. Hidroponik adalah tentang bertani hanya dengan air, nutrisi yang diperlukan tanaman, dan sinar matahari. Kelebihan tanaman hidroponik adalah bebas dari pestisida dan bahan kimia berbahaya.

Teknik ini juga mampu membuat tanaman tumbuh jauh lebih cepat daripada berbasis tanah. Ada banyak jenis tanaman yang umum ditanam dengan metode hidroponik, termasuk selada, tomat, basil, bayam, timun, dan masih banyak lagi.


Industri tanaman hidroponik memiliki ukuran pasar total senilai 9,5 miliar USD pada tahun 2020. Bahkan menurut CEO World, dalam lima tahun ke depan pasar hidroponik bisa mencapai 16 miliar USD.

Budidaya jamur

Jamur merupakan salah satu produk tanaman yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Selain lezat, jamur juga mudah diolah menjadi berbagai macam produk makanan. Makanan kaya nutrisi dan antioksidan ini memiliki penggemarnya tersendiri, terutama para flexitarian dan vegetarian.

Dilansir dari AP News, meningkatnya konsumsi jamur komersial di supermarket, restoran, hotel dan kafetaria dapat mendongkrak permintaan pasar dari tahun 2018 hingga 2026. Meningkatnya permintaan pengganti daging yang diikuti dengan tumbunya preferensi konsumen pada makanan vegan merupakan faktor lain yang diperkirakan dapat meningkatkan permintaan pasar global.

Budidaya bibit dan pupuk

Tren bercocok tanam selalu memiliki penggemar tersendiri, apalagi untuk jenis tanaman rumahan yang mudah ditanam, seperti jeruk purut, cabai, tanaman hias, bunga, dan sebagainya.

Budidaya bibit tanaman-tanaman rumahan dan produksi pupuknya menjadi salah satu bisnis yang potensial. Dilansir dari Sahabat Pegadaian, modal yang dibutuhkan dalam bisnis ini relatif tidak terlalu besar dan hanya memerlukan lahan sempit.

Budidaya bambu

Bambu merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat diolah menjadi berbagai jenis produk pakai. Industri kerajinan bambu telah menjadi budaya di sebagian besar negara-negara di dunia, khususnya di Asia.

Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (FAO) menyebutkan bahwa saat ini, pasar bambu memiliki nilai tahunan gabungan sekitar 7 miliar dolar AS, dan 95 persen di antaranya merupakan produk tradisional.


Sementara di sektor industri baru, potensi yang ditawarkan sedang bertumbuh dan diharapkan mampu menyaingi pasar bambu tradisional. Tentunya, hal tersebut perlu diiringi dengan tingginya jumlah ketersediaan tanaman bambu.

Budidaya tanaman organik

Tanaman organik dinilai menjadi salah satu tanaman yang ramah lingkungan. Penanaman organik tak lain merupakan penanaman tumbuhan tanpa pestisida kimia. Hasil produksi tanaman organik memiliki pangsa pasar yang cukup besar.

Penjualan makanan dan minuman organik mengalami pertumbuhan lebih dari 200 persen. Angka itu lebih tinggi daripada penjualan makanan dan minuman konvensional pada tahun 2019. Tahun 2020, industri makanan organik terus mengalami pertumbuhan yang kuat, menjadikan bisnis ini semakin potensial.


Baca juga artikel terkait BUDIDAYA TANAMAN atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Bisnis)

Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Addi M Idhom
DarkLight