Menuju konten utama

CPJ: 129 Jurnalis Kehilangan Nyawa pada 2025, 2/3 Dibunuh Israel

Lebih dari 60 persen dari 86 insan pers yang dibunuh oleh Israel itu adalah wartawan Palestina yang melakukan tugas jurnalistik dari Gaza

CPJ: 129 Jurnalis Kehilangan Nyawa pada 2025, 2/3 Dibunuh Israel
Sejumlah wartawan mengumpulkan kartu Pers ketika berunjuk rasa sebagai aksi solidaritas atas tindak kekerasan terhadap jurnalis akibat pemberitaan, di Lhokseumawe, Aceh. Rabu (15/1/2020). ANTARA FOTO/Rahmad/hp.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak 129 jurnalis media dibunuh saat menjalankan tugasnya sepanjang tahun 2025. Dua per tiga dari mereka dibunuh oleh Zionis Israel. Cuplikan temuan tersebut adalah sejumlah simpulan dari menurut laporan tahunan organisasi jurnalis dunia, Rabu (25/2/2026).

Menurut laporan Committee to Protect Journalists (CPJ), Israel bertanggung jawab atas 86 pembunuhan wartawan sepanjang tahun 2025, yang mereka lakukan saat agresi militernya di Jalur Gaza.

Lebih dari 60 persen dari 86 insan pers yang dibunuh oleh Israel itu adalah wartawan Palestina yang melakukan tugas jurnalistik dari Gaza, kata laporan tersebut.

"Serangan terhadap media adalah indikator penting atas serangan terhadap kebebasan lainnya, dan sangat banyak langkah yang harus diambil untuk mencegah pembunuhan tersebut serta menghukum para pelakunya," kata CEO CPJ Jodie Ginsbreg.

Catatan ini menandai jumlah pembunuhan wartawan tertinggi dalam dua tahun berturut-turut –lebih tinggi dari angka 126 pada 2024– sejak organisasi yang berbasis di New York tersebut mulai mengumpulkan data keselamatan wartawan pada 1992.

"Kita semua terpapar risiko ketika jurnalis kehilangan nyawa saat membuat laporan berita mereka," ucap dia, menambahkan.

Lebih lanjut, Filipina, dengan tiga kasus pembunuhan jurnalis pada 2025, menempatkan negara itu pada peringkat teratas di Asia dan peringkat kelima dari semua negara dalam daftar.

Semua wartawan yang dibunuh di Filipina tahun lalu tewas ditembak, termasuk wartawan senior Juan Dayang.

Baca juga artikel terkait KEKERASAN JURNALIS

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Alfons Yoshio Hartanto