Menuju konten utama

Contoh Teks Khutbah Jumat Bikin Merinding Singkat

Contoh khutbah Jumat yang bikin merinding dapat disampaikan dengan berbagai tema. Cek contoh teks khutbah Jumat bikin merinding di artikel ini.

Contoh Teks Khutbah Jumat Bikin Merinding Singkat
Orang-orang sedang mendengarkan ceramah di masjid. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Kumpulan contoh teks khutbah Jumat singkat bikin merinding berbagai tema bisa dijadikan panduan referensi. Khutbah Jumat dapat disampaikan dengan berbagai suasana dan pesan bermakna di dalamnya.

Salah satunya adalah khutbah dengan suasana yang bikin merinding jemaah. Nasihat kebaikan di dalam khutbah dapat disampaikan dengan menyentuh hati terdalam jemaah salat Jumat.

Pesan pengingat kebaikan dan kebajikan, muhasabah diri, hingga perenungan tentang hari akhir bisa dituangkan dalam teks khutbah Jumat. Berbagai tema khutbah bisa disusun oleh khatib Jumat sesuai dengan pesan yang hendak disampaikan.

Lantas, seperti apa contoh teks khutbah Jumat bikin merinding singkat? Simak contoh-contohnya di artikel ini.

Kumpulan Contoh Judul Khutbah Jumat Bikin Merinding berbagai Tema

Ilustrasi ceramah di masjid

Pria Muslim religius pidato di masjid. FOTO/iStockphoto

Ide teks khutbah Jumat yang bikin merinding bisa dikembangkan dari contoh judul. Teks khutbah Jumat bisa dibuat dengan berbagai tema tentang nasihat kebaikan.

Berikut kumpulan contoh judul khutbah Jumat bikin merinding berbagai tema:

  1. Saat Kematian Tiba, Amal Apa yang Kita Bawa?
  2. Hidup Singkat, Dosa Menumpuk: Masihkah Kita Lalai?
  3. Tangisan Penyesalan yang Tak Lagi Didengar di Alam Kubur
  4. Jika Hari Ini Terakhir, Sudah Siapkah Kita Menghadap Allah Swt.?
  5. Surga dan Neraka Sedang Menunggu, Jalan Mana yang Kita Perjuangkan?
  6. Ketika Hati Mengeras, Apakah Doa Masih Didengar?
  7. Taubat yang Ditunda, Azab yang Mendekat
  8. Amal Kecil yang Diremehkan, Dosa Besar yang Diabaikan
  9. Dunia Menipu, Akhirat Menanti dengan Pasti
  10. Salat Masih Lalai, Tapi Ingin Husnul Khatimah
  11. Nikmat Allah Tak Terhitung, Syukur Kita Tak Kunjung Datang
  12. Ketika Al-Qur’an Hanya Dibaca, Tapi Tak Lagi Dihayati
  13. Mengapa Hati Tak Lagi Bergetar Mendengar Ayat Allah?
  14. Umur Berkurang Setiap Hari, Amal Masih Jalan di Tempat
  15. Kematian Tak Pernah Janji, Tapi Kita Terus Menunda Taubat

Kumpulan Contoh Teks Khutbah Singkat Bikin Merinding

Khutbah Jumat

Jamaah calon haji Indonesia mendengarkan khutbah shalat Jumat di hotel Sektor 5, Makkah, Arab Saudi, Jumat (31/5/2024). (ANTARA/Sigid Kurniawan)

Kumpulan contoh teks khutbah singkat yang bikin merinding dapat dibuat dengan berbagai tema. Berikut contoh teks khutbah singkat yang bikin merinding:

1. Khutbah Jumat: Kematian Tiba Tanpa Aba-Aba

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah Swt. sehingga hari ini kita masih mendapat kesempatan hidup, kesempatan beriman, dan kesempatan bertobat. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi. Namun, sering kali kita anggap seolah masih jauh. Kita menyusun rencana hidup dengan rapi, tetapi lupa bahwa ajal tidak pernah memberi aba-aba. Hari ini kita masih berdiri di mimbar, besok bisa jadi kita terbujur kaku di liang lahat.

Allah Swt. berfirman bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Namun, yang sering kita lupakan adalah bekal menyambut kematian. Berapa banyak usia kita habis untuk mengejar dunia, tetapi lalai menyiapkan jawaban di alam kubur?

Mari kita renungkan dan ingat baik-baik bahwa ketika kematian datang, harta tidak bisa menolong, jabatan tidak bisa membela, dan keluarga tidak bisa menemani. Satu-satunya yang menemani hanyalah amal perbuatan kita.

Jemaah yang dimuliakan Allah Swt.,

Mari kita gunakan sisa umur ini untuk memperbaiki diri, memperbanyak taubat, dan menambah amal saleh sebelum penyesalan datang tanpa guna.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Khutbah Jumat: Umur Terus Berkurang, Amal Tertinggal

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. yang masih memanjangkan umur kita hingga hari ini. Selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., suri teladan sepanjang masa.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Setiap hari yang berlalu sejatinya tidak menambah umur, tetapi justru menguranginya. Kita sering bersyukur saat ulang tahun. Padahal sebenarnya kita semakin dekat dengan kematian.

Pertanyaannya, apakah bertambahnya usia juga diiringi dengan bertambahnya amal? Ataukah umur habis untuk kelalaian, sementara amal terus tertinggal?

Rasulullah saw. mengingatkan bahwa manusia terbaik adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya. Sebaliknya, manusia yang merugi adalah yang panjang umur, tetapi buruk amalnya.

Jemaah sekalian,

Mari kita jadikan sisa umur sebagai ladang amal, bukan ladang dosa. Jangan sampai umur habis, sementara kita pulang kepada Allah dengan tangan kosong.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Khutbah Jumat: Akhirat Lebih Kekal daripada Dunia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala nikmat iman dan Islam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tempat tinggal. Namun, banyak di antara kita memperlakukannya seolah rumah selamanya. Kita sibuk mempercantik dunia, tetapi lupa mempersiapkan akhirat.

Padahal Allah Swt. telah mengingatkan bahwa kehidupan akhirat itulah yang kekal dan lebih baik. Dunia akan hancur, jabatan akan lenyap, dan popularitas akan sirna. Satu-satunya yang abadi menemani kita adalah amal ikhlas karena Allah Swt.

Jemaah yang dirahmati Allah,

Mari kita seimbangkan ikhtiar dunia dengan persiapan akhirat. Jangan sampai dunia yang sementara membuat kita lupa pada kehidupan yang selamanya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

4. Khutbah Jumat: Nikmat Allah yang Sering Kita Lupakan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. yang tak pernah berhenti melimpahkan nikmat kepada kita. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Berapa banyak nikmat Allah yang kita rasakan setiap hari, namun jarang kita syukuri? Nikmat sehat, nikmat waktu luang, nikmat iman, bahkan nikmat bernapas sering kita anggap biasa.

Allah mengingatkan bahwa jika kita menghitung nikmat-Nya, niscaya tidak akan mampu. Namun sayangnya, banyak nikmat justru digunakan untuk bermaksiat kepada-Nya.

Nikmat sejatinya adalah ujian: apakah kita bersyukur atau kufur, apakah kita taat atau lalai.

Jemaah sekalian,

Mari kita jaga nikmat Allah Swt. dengan ketaatan, dan kita syukuri dengan memperbanyak amal saleh sebelum nikmat itu dicabut tanpa pemberitahuan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

5. Khutbah Jumat: Dunia yang Menipu dan Melalaikan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya bagi Allah Swt. Selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dunia sering tampil indah di mata kita. Ia menjanjikan kesenangan, kekayaan, dan kebahagiaan semu. Namun, Allah Swt. telah mengingatkan bahwa dunia hanyalah kesenangan yang menipu.

Berapa banyak orang yang terlena hingga lupa salat, lupa akhirat, bahkan lupa Allah karena dunia? Ketahuilah, dunia tidak pernah setia. Saat ajal datang, dunia akan meninggalkan kita sendirian.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Jangan sampai kita tertipu oleh dunia hingga lupa tujuan hidup yang sebenarnya. Gunakan dunia sebagai jalan menuju akhirat, bukan sebagai tujuan akhir.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh teks khutbah Jumat di atas dapat dijadikan referensi khatib ketika akan membuat teks khutbah. Semoga contoh di atas membantu.

Cek referensi khutbah Jumat lainnya di bawah ini:

Kumpulan Artikel Khutbah Jumat

Baca juga artikel terkait TEKS KHUTBAH JUMAT atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Elisabet Murni P