tirto.id - Kumpulan contoh soal seleksi kompetensi PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) 2025 dapat menjadi acuan pendaftar untuk menghadapi ujian seleksi.
Rekrutmen PPPK BGN 2025 perlu melewati sejumlah tahap. Di antaranya seleksi administrasi, seleksi kompetensi, hingga pengumuman hasil. Dalam hal ini, seleksi kompetensi menjadi tes tahap akhir yang krusial menentukan kelulusan.
Melansir laman resmi BGN, PPPK BGN 2025 terdiri dari 32.000 formasi. Jumlah tersebut dengan rincian 31.250 formasi khusus dan 750 formasi umum.
Formasi khusus mencakup jabatan Penata Layanan Operasional. Sementara, formasi umum terdiri dari jabatan Penata Layanan Operasional dan Pengelola Layanan Operasional.
Kapan Seleksi Kompetensi PPPK BGN 2025?
Sesuai jadwal yang dirilis BGN, tahap pendaftaran dan seleksi administrasi berlangsung pada periode 5-10 Desember 2025. Apabila peserta lolos seleksi administrasi, selanjutnya akan mengikuti seleksi kompetensi yang berlangsung pada 14-15 Desember 2025 mendatang.
Seleksi kompetensi merupakan seleksi terakhir sebelum pengumuman hasil kelulusan yang disiarkan pada 4-5 Januari 2026 mendatang. Agar tidak terlewat dengan berbagai agenda penting tersebut, pelamar perlu mencermati jadwal rekrutmen PPPK BGN 2025 secara lengkap.
Berikut jadwal lengkap rekrutmen PPPK BGN 2025, temasuk seleksi kompetensi
- Pendaftaran Seleksi: 5-10 Desember 2025
- Seleksi Administrasi: 5-10 Desember 2025
- Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 11 Desember 2025
- Masa Sanggah: 12-13 Desember 2025
- Jawab Sanggah: 12-13 Desember 2025
- Pengumuman Pasca Masa Sanggah: 13 Desember 2025
- Penjadwalan Seleksi Kompetensi: 12-13 Desember 2025
- Pengumuman Daftar Peserta, Waktu, dan Tempat Seleksi CAT PPPK: 14-15 Desember 2025
- Pelaksanaan Seleksi Kompetensi: 16 - 29 Desember 2025
- Pengolahan Nilai Seleksi Kompetensi: 30 Desember 2025 - 03 Januari 2026
- Pengumuman Hasil Kelulusan: 4-5 Januari 2026
- Pengisian DRH NI PPPK: 6-15 Januari 2026
- Usul Penetapan NI PPPK: 16-25 Januari 2026.
Contoh Soal Seleksi Kompetensi PPPK BGN 2025 Penata Layanan Operasional
Berikut contoh soal seleksi kompetensi PPPK BGN 2025 jabatan Penata Layanan Operasional yang dapat dipelajari oleh pelamar:
1. Langkah pertama dalam melakukan kajian awal masalah layanan operasional ialah
A. Menyusun rencana kerja
B. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
C. Membuat laporan hasil kajian
D. Melakukan observasi lapangan
Jawaban: D
2. Metode berikut yang paling efektif dalam mengidentifikasi permasalahan, adalah...
A. Membuat rencana kegiatan
B. Wawancara dengan pihak terkait
C. Menyiapkan peralatan operasional
D. Membuat laporan hasil evaluasi
Jawaban: B
3. Kajian awal dilakukan dengan tujuan untuk..
A. Menganalisis permasalahan dan penyebabnya
B. Menyusun anggaran kerja
C. Mengevaluasi kegiatan operasional
D. Melaksanakan layanan sesuai rencana
Jawaban: A
4. Hasil evaluasi dituangkan dalam bentuk...
A. Dokumen anggaran
B. Daftar kebutuhan peralatan
C. Laporan evaluasi tertulis
D. Rencana kerja baru
Jawaban: C
5. Dalam evaluasi berbasis data digital, laporan paling efektif disusun dalam bentuk...
A. Ulasan naratif yang mendetail
B. Gambar presentasi manual
C. Laporan tertulis tanpa data pendukung
D. Diagram batang dan tabel statistik
Jawaban: D
6. Jika ada perbedaan pendapat antara dua departemen terkait prosedur operasional, apa langkah terbaik yang diambil penata layanan operasional?
A. Membiarkan kedua departemen menyelesaikan masalah sendiri
B. Mengambil keputusan sepihak tanpa melibatkan departemen terkait
C. Mengabaikan konflik dan tetap melaksanakan prosedur yang ada
D. Mengambil inisiatif untuk memfasilitasi diskusi dan mencari solusi bersama
Jawaban: D
7. Inventarisasi bahan dan peralatan dilakukan pada tahap...
A. Kajian awal
B. Persiapan layanan
C. Pelaksanaan layanan
D. Evaluasi kegiatan
Jawaban: B
8. Ketika menghadapi kondisi darurat yang mempengaruhi layanan publik, apa yang harus dilakukan penata layanan operasional?
A. Mencari solusi sementara dan memastikan layanan publik tetap berjalan
B. Menunda semua layanan hingga keadaan normal kembali
C. Menyerahkan tanggung jawab kepada pihak lain tanpa memberikan arahan
D. Menghentikan operasional tanpa pemberitahuan kepada masyarakat
Jawaban: A
9. Penata layanan operasional harus memiliki pemahaman mendalam tentang regulasi pemerintah. Mengapa hal ini penting?
A. Agar bisa melanggar regulasi jika diperlukan
B. Untuk mempersulit proses kerja pegawai lain
C. Agar dapat menjalankan operasional sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang berlaku
D. Untuk menetapkan regulasi baru tanpa melibatkan atasan
Jawaban: C
10. Indikator keberhasilan dalam evaluasi digunakan untuk...
A. Membuat jadwal kegiatan
B. Menilai kelengkapan bahan operasional
C. Melaksanakan layanan berikutnya
D. Menentukan pencapaian tujuan layanan
Jawaban: D
11. Apa isi Undang-Undang No. 25 Tahun 2009?
A. Penyelenggaraan pendidikan nasional
B. Sistem administrasi pemerintahan
C. Otonomi daerah
D. Pelayanan publik
Jawaban: D
12. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) diatur dalam?
A. Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2008
B. Undang-Undang No. 25 Tahun 2009
C. Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 20018
D. Undang-Undang No. 2 Tahun 2019
Jawaban: A
13. Perencanaan layanan operasional ialah
A. Merumuskan rencana operasional termasuk pengaturan jadwal
B. Pengaturan struktur organisasi
C. Penyusunan laporan keuangan
D. Pengelolaan risiko
Jawaban: A
14. Prosedur Operasi Standar (SOP) adalah
A. Dokumen untuk penganggaran
B. Pedoman untuk pengembangan produk
C. Standar untuk peningkatan kualitas layanan
D. Prosedur yang harus diikuti untuk meningkatkan efektivitas dan konsistensi layanan
Jawaban: D
15. Apa yang harus diperiksa pertama kali saat menyiapkan bahan dan peralatan?
A. Hasil evaluasi kegiatan sebelumnya
B. Jumlah tenaga kerja yang tersedia
C. Ketersediaan bahan sesuai kebutuhan
D. Laporan kegiatan sebelumnya
Jawaban: C
Artikel lengkap terkait informasi PPPK juga bisa dibaca melalui link di bawah ini:
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































