Menuju konten utama

Cina ingin Renminbi Jadi Mata Uang Global, Apa Beda dengan Yuan?

Cina sangat menginginkan renminbi bisa diterapkan sebagai mata uang global. Ambisi ini menguat setelah nilai dolar memperlihatkan pelemahan.

Cina ingin Renminbi Jadi Mata Uang Global, Apa Beda dengan Yuan?
Ilustrasi Yuan. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Presiden Cina Xi Jinping secara eksplisit telah mengungkapkan ambisinya untuk menjadikan renminbi jadi mata uang cadangan global yang utama. Pernyataan itu dirilis di tengah pelemahan mata uang dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.

Seturut media Korea Selatan, The Chosun Daily, jurnal teoritis Partai Komunis Cina, Qiushi, menyadur pernyataan Xi Jinping atas rencana ambisius tersebut pada Sabtu (31/1/2026). Pernyataan itu jadi penjelasan paling eksplisit Xi Jinping tentang rencana "yuan yang kuat".

"Cina harus membangun mata uang yang kuat untuk mengamankan status sebagai mata uang cadangan yang banyak digunakan dalam perdagangan internasional, investasi, dan pasar valuta asing," tutur Xi Jinping, sebagaimana dikutip Qiushi.

Lebih lanjut, Xi Jinping juga menyatakan bahwa rencana itu dapat direalisasikan apabila Cina memiliki tiga komponen utama. Ketiganya adalah "bank sentral yang kuat" dan efektif, "lembaga keuangan yang kompetitif" secara internasional, dan "pusat keuangan internasional" yang berpengaruh secara global.

Pernyataan Xi ini dilaporkan merupakan bagian dari pidatonya kepada pejabat senior partai pada 2024 lalu. Publikasinya baru dilakukan belakangan ini.

Dengan rencana tersebut, penetrasi Cina dalam perdagangan valuta dunia diproyeksikan akan meningkat. Hal ini dapat dilakukan di tengah momentum pelemahan dolar AS yang diprediksi akan terus terjadi.

Sebelumnya, nilai dolar AS mengalami penurunan secara konstan. Presiden AS Donald Trump menyebut pertumbuhan dolar itu sebagai laju yang "sangat baik", membuatnya dianggap sebagai konfirmasi atas penurunan nilai dolar lebih jauh.

Pada 23 Januari lalu, nilai mata uang Cina atas dolar AS mengalami penguatan yakni menjadi 6,9929 yuan per dolar, turun 0,009 yuan dari hari sebelumnya. Hal ini menandai penguatan pertama yuan setelah selama sekitar 2 tahun 8 bulan bergerak stagnan di level 7 yuan per dolar.

Apa Mata Uang Cina, Renminbi atau Yuan Cina?

Kendati Cina menggunakan istilah renminbi dan yuan secara simultan, namun keduanya sebenarnya merujuk pada satu mata uang yang sama. Hal ini bukan berarti Cina punya dua mata uang yang berlaku pada satu waktu.

Sederhananya, renminbi — yang secara harfiah bermakna "mata uang rakyat" — merupakan nama resmi mata uang Cina. Sedangkan Yuan merupakan satuan hitung utama untuk merujuk mata uang tersebut.

Dalam konteks ekonomi Cina, penggunaan nama mata uang memiliki sedikit perbedaan dengan Indonesia. Di Indonesia, nama mata uang maupun satuan hitung utamanya sama-sama menggunakan rupiah.

Akan tetapi, di Cina, uang yang digunakan dalam transaksi bernama renminbi. Namun, satuan yang digunakan untuk menyebut jumlah renminbi adalah yuan. Sebagai contoh, secangkir kopi di restoran Cina diperjualbelikan dengan nilai 10. Penyebutannya jumlah harga kopi bukan 10 renminbi, melainkan 10 yuan.

Hal tersebut serupa dengan penggunaan istilah "pound" dan "sterling" dalam mata uang Inggris. Sterling merupakan nama resmi mata uang yang dikeluarkan pemerintah Kerajaan Inggris Raya. Dalam penyebutannya, warga Inggris bisa cukup menggunakan satuan pound saja.

Dalam sejarahnya, yuan merupakan mata uang yang berlaku di daratan Cina sejak 1889. Ketika pasar di Eropa mengenal koin perak sebagai alat perdagangan, Dinasti Qing menirunya dengan membuat koin perak yuan.

Ketika Republik Rakyat Cina berdiri, pemerintah pimpinan Mao Zedong kemudian membuat mata uang baru bernama Renminbi. Hal ini dilakukan, salah satunya, untuk menyatukan nilai mata uang yang kala itu berlaku antar regional.

Pembuatan renminbi ini dilakukan oleh Bank Rakyat Cina (PBOC) pada 1948. Sejak saat itu, yuan kemudian diinternalisasikan dalam sistem renminbi, bukan sebagai mata uang tersendiri, melainkan sebagai satuan untuk menyebut jumlah renminbi.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Insider
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar