tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang menempatkan sebagian Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank pembangunan daerah (BPD). Wacana itu tengah dikaji sebagai bagian dari strategi pengelolaan kas negara sekaligus untuk memperkuat likuiditas perbankan daerah.
"Sedang dipelajari. Saya coba lihat nanti bisa nggak saya taruh langsung uang sebagian di bank-bank BPD itu," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (21/7/2026).
Selama ini, penempatan SAL pemerintah pusat terkonsentrasi di bank-bank berstatus Buku 4. Menurut Purbaya, skema tersebut berpeluang diperluas secara bertahap ke bank dengan kelompok modal yang lebih kecil agar distribusi likuiditas lebih merata.
"SAL itu bisa membantu ke Bank Buku 4, kita kasih ke Buku 4 kan? Nanti ke Buku 3, Buku 2, Buku 1 pelan-pelan akan menyebar," jelasnya.
Namun, perluasan penempatan dana tidak akan dilakukan secara seragam. Purbaya mengatakan pemerintah masih mencermati kondisi masing-masing BPD karena sebagian di antaranya mencatat pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang terkontraksi.
"Ada beberapa yang kita lihat kreditnya negatif. DPK-nya negatifnya kencang sekali," ungkap Purbaya.
Karena itu, pemerintah akan lebih dulu mengevaluasi kesehatan dan kinerja setiap BPD sebelum memutuskan penempatan dana.
"Tapi kita lihat juga bank-bank utamanya Pemda ya," ucapnya.
Sebelumnya, pemerintah telah menempatkan SAL di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai Rp400 triliun. Nilai tersebut meningkat dari rencana awal Rp300 triliun, dengan skema tenor yang bervariasi.
"Jadi, Rp 400 triliun. Rp 200 triliun sampai akhir tahun (tenor), yang Rp 100 triliun lebih pendek sedikit, yang Rp 100 triliun fleksibel," ujar Purbaya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































