tirto.id - Harga emas hari ini 30 Januari 2026 pagi hari menguat tipis dalam perdagangan di level 5.409,64 dolar AS. Kemarin, Kamis (29/1/2026), harga emas dunia sempat berada di rekor tertinggi 5,594,82 dolar AS meski sempat jatuh lebih dari 5 persen di 5.109,62 dolar AS.
Grafik emas dunia terus melambung hingga awal tahun 2026. Sepanjang 2025 lalu, harga emas mengalami reli kenaikan luar biasa yakni melonjak sampai 64 persen. Kini, pada awal tahun, reli itu tak menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.
Kenaikan tersebut membuat harga emas Antam Logam Mulia juga turut terdongkrak, termasuk hari ini. Harga emas Antam 30 Januari 2026 sempat mengalami koreksi. Pada pukul 09.30, harga emas terkoreksi sebesar Rp48.000, membuat harga beli emas batangan menjadi Rp3.120.000 dari hari sebelumnya Rp3.168.000 per gram
Dengan fluktuasi tidak menentu ini, harga emas 30 Januari 2026 hingga 11 bulan ke depan mungkin saja masih cenderung naik. Bagaimana para analis memprediksi harga emas sepanjang 2026?
Prediksi Harga Emas Akhir 2026
Melansir Reuters, para analis memprediksi bahwa harga emas akan terus meroket sepanjang 2026. Prediksi ini muncul di tengah makin memudarnya kepercayaan investor akan aset uang fiat.
Bank terbesar di Jerman, Deutsche Bank, bahkan memprediksi harga emas di pasar spot dunia akan mencapai USD6.000 per ons troi pada 2026 ini. Bahkan, prediksi ini masih berpotensi meningkat.
"Dalam skenario alternatif, harga USD6.900 per ons sebenarnya akan lebih sesuai dengan kinerja yang lebih baik dalam dua tahun terakhir," jelas Deutsche Bank.
Alasannya, permintaan atas emas masih menunjukkan tren meningkat seiring bank sentral di banyak negara dan para investor tengah gencar mengalokasikan investasi ke aset non-dolar dan aset riil.
Analis Societe Generale juga memberikan prediksi harga emas besok sampai Desember 2026 mematok angka USD6.000 per ons troi. Menurut mereka, prediksi itu bersifat konservatif atau merupakan batas bawah dan berpotensi terdongkrak lebih dari USD6.000 sepanjang tahun ini.
Sementara itu, analisis dari firma Morgan Stanley memproyeksikan harga emas di pasar spot dunia akan menyentuh angka USD5.700. Mereka menekankan bahwa perkiraan laju harga emas ini dihitung melalui skenario optimis.
Tanda-tanda harga emas akan terus meroket sepanjang 2026 juga muncul dalam prediksi para analis dari Goldman Sachs. Menurut lembaga pialang yang berbasis di New York itu, harga emas di pasar spot dunia pada akhir 2026 dapat menembus USD5.400.
Prediksi Goldman Sachs itu sebelumnya telah direvisi pada 22 Januari lalu, menyusul meroketnya harga emas belakangan ini. Menurut mereka, kondisi pasar dan ketidakstabilan geopolitik telah mendorong harga emas lebih jauh dari yang semula mereka kira.
Semula, Goldman Sachs memprediksi harga emas pada Desember 2026 akan ditutup pada level USD4.900 per ons. Namun, kenaikan harga emas akhir-akhir ini membuat mereka menaikkan prediksinya jadi USD5.400.
Revisi itu, kata analis Goldman Sachs, terjadi akibat pembelian emas dari pembeli sektor swasta telah meningkat lebih besar dari perkiraan. Hal ini disebut karena para investor berupaya untuk melindungi nilai kekayaan mereka atas risiko geopolitik.
"Hal ini secara efektif menaikkan titik awal [harga dasar] dalam proyeksi harga kami," tulis perusahaan pialang itu.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id



































