tirto.id - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Kota Bandung, sudah dimulai sejak Selasa, (21/4/2026). UTBK digelar selama 10 hari sampai 30 April mendatang.
Marsel, perempuan asal Cirebon, ialah satu dari ribuan peserta yang hadir dalam ujian tersebut. Dia memilih Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melanjutkan pendidikan. Program studi yang dipilihnya adalah arsitektur dan teknik mesin.
"Alasannya itu jurusan yang saya pengin. Paling mencolok di ITB. [Persiapan khusus] paling try out dan belajar dari dasar," ucap perempuan berusia 17 tahun ini kepada kontributor Tirto di ISBI Bandung, Rabu (22/4/2026).
Marsel bilang tidak begitu mengalami kesulitan saat proses ujian. Materi ujian yang dinilai sulit hanya penalaran matematika. Sisanya, kata Marsel, dapat berjalan dengan lancar.
Selain mendaftar ke ITB, dia mengaku sudah menyiapkan rencana lain. Marsel bakal mencoba mendaftar ke Politeknik Keuangan Negara STAN dengan program studi aset keuangan publik.
"Saya kira bakal degdegan banget waktu ujian. Ternyata enggak begitu. Alhamdulillah lancar. Sejak SMA, mulai ada ketertarikan saja ke arsitektur. Karena memang suka aja," ucapnya.
Sementara itu, Yuli, seorang ibu yang menemani sang anak ujian dari Majalengka, rela menempuh perjalanan berjam-jam ke lokasi tes di ISBI Bandung. Anaknya menjalani ujian untuk masuk program studi keperawatan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
"Selain UPI, pilihan lain ke Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto dan Universitas Airlangga (Unair). Pingin jadi perawat cita-citanya. Mudah-mudahan masuk," harapnya.
Cita-cita anak perempuannya itu, kata Yuli, sudah muncul sejak sekolah menengah pertama. Dia hanya bisa mendukung penuh pilihan sang anak, terlebih jika sampai merantau ke luar kota.
"Insyaallah siap kalau jauh-jauhan dengan anak. Demi masa depan sang anak, tidak apa-apa. Kenapa enggak [mendukung], gitu?" katanya.
Sebagai informasi, kampus ISBI Bandung terpilih kembali sebagai salah satu lokasi pusat pelaksanaan UTBK-SNBT. Mereka menyediakan kapasitas hingga 8.400 kursi, dengan jumlah peserta sebanyak 8.247 orang dari berbagai daerah.
Berdasarkan catatan manajemen ISBI, jumlah peserta UTBK-SNBT tahun ini meningkat dari tahun lalu yang berjumlah 6.603 orang. Lalu untuk tahun ini, ISBI Bandung menerima sebanyak 20 peserta disabilitas.
Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT ISBI Bandung, Redhiana Langen Tresna, menyampaikan, secara keseluruhan pelaksanaan ujian sejauh ini berjalan lancar.
"Tidak terjadi kendala yang berarti. Semua peserta yang hadir memenuhi syarat untuk mengikuti ujian. Tidak ditemukan kecurangan," jelas Redhiana saat dikonfirmasi kontributor Tirto, Kamis (23/4/2026).
"Peserta disabilitas yang memerlukan penanganan khusus juga, alhamdulillah, dapat mengikuti ujian dengan lancar. Tingkat kehadiran peserta di hari pertama mencapai 98,7 persen," imbuhnya.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































