Menuju konten utama

Cerita dari Balik Gerbang Sedaap Wonderland 2026

Menjelajah pengalaman di Come See Mie Fest 2026, sebuah festival yang menyuguhkan ruang imajinasi lewat rasa, musik, dan kreativitas generasi muda.

Cerita dari Balik Gerbang Sedaap Wonderland 2026
Suasana Come See Mie Fest 2026 di Hutan Kota GBK pada Minggu (14/03/2026). tirto.id/Dwi Ayuningtyas
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Come See Mie Fest 2026 telah usai diselenggarakan pada 11-14 Juni 2026, di Hutan Kota GBK, Jakarta. Festival ini menyulap area hutan hijau GBK menjadi sebuah “Wonderland” yang imersif. Selama empat hari, ribuan pengunjung memadati Come See Mie Fest 2026 yang menyuguhkan , menyuguhkan instalasi seni yang futuristik berpadu aroma bumbu mi instan yang akrab di hidung pengunjung. Tidak hanya itu, setiap harinya juga ada panggung musik dengan penampilan sejumlah musisi Tanah Air. Deretan musisi yang akan tampil antara lain Lomba Sihir, HIVI!, RAN, The Changcuters, serta The Adams.

Festival ini memang bertujuan untuk menghadirkan pengalaman multi-sensori yang dirancang secara khusus untuk menggugah panca indra pengunjung, yang mayoritas adalah Gen Z.

“Kami mendorong direct engagement dan involvement yang mendalam dengan menitikberatkan pengalaman multi-sensori yang imersif. Dengan menghadirkan pengalaman yang sangat melibatkan pancaindra ini, kami ingin anak muda tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi pulang dengan membawa inspirasi bahwa sebagaimana Mie Sedaap terus berevolusi,” pungkas Katria Arintya Anindyantari, Head of Marketing Noodle Category WINGS Group kepada Tirto, Rabu (17/06/2026).

Pengalaman ini tampaknya yang mendorong Fauzi (25) dan Alisa (25) untuk datang ke Come See Mie Fest 2026, dua hari berturut-turut. Mereka pertama kali mengetahui acara ini melalui media sosial, dari reels Instagram dan TikTok. Pada kunjungan pertamanya, mereka datang untuk sekadar menikmati konser. Namun di kali kedua, mereka kembali untuk mengeksplorasi deretan permainan interaktif yang belum sempat mereka coba karena padatnya pengunjung pada hari Sabtu (13/06/2026).

“Sudah datang dua hari. Kemarin (Sabtu) datang untuk nonton konser, hari ini (Minggu) mau coba games karena belum sempat,” ujar Fauzi saat sedang menunggu antrian karaoke di Come See Mie Fest 2026, Minggu (14/06/2026).

Ketika ditanya games apa yang paling seru, Alisa menjawab “Human Claw,” di mana dirinya berkesempatan untuk membawa pulang beragam produk Mie Sedaap. Alisa juga semangat mencoba beragam spot foto menarik yang ada di Hutan Kota GBK tersebut.

"Kalo soal spot foto-fotonya udah ok banget, keren-keren, cocoklah buat selera kita yang Gen Z," ujar Alisa sembari menunjukkan spot foto rekomendasi di sudut-sudut instalasi yang futuristik.

Lain halnya dengan Fauzi. Bagi penikmat sejati Mie Sedaap Goreng tersebut, pengalaman yang paling unik muncul saat dirinya mencicipi menu kreasi di Come See Mie Fest 2026. Fauzi mencoba varian rasa jamur yang gurih, namun, ada satu detail yang membuatnya benar-benar takjub.

"Tapi yang paling seru itu yang makan kartunya. Oh, wow. Makan kartunya bisa dimakan!" ungkap Fauzi.

Come See Mie Fest 2026

Fauzi (25) dan Alisa (25) pengunjung Come See Mie Fest 2026 di Hutan Kota GBK pada Minggu (14/03/2026). tirto.id/Dwi Ayuningtyas

Kreasi tersebut merupaka satu dari sembilan menu kreasi khusus selama festival berlangsung. Berbagai kreasi spesial yang dihadirkan, seperti Sedaap Goreng Onsen Gyu Truffle, Sedaap Singapore Spicy Laksa Crispy Tempura, hingga menu bertema Wonderland seperti The Queen’s Earl Grey Noodle dan Dragon’s Black Fire Noodle dirancang untuk memberikan pengalaman rasa yang berbeda.

Bukan Hanya Semangkuk Mi

Apa yang dialami Fauzi dan Alisa adalah manifestasi dari strategi "Alive to the Audience" yang diusung oleh Mie Sedaap. Di balik kemeriahan visual dan kelezatan menu-menu tersebut, terdapat visi besar yang sedang dibangun. Mie Sedaap, yang telah menemani masyarakat Indonesia selama lebih dari dua dekade, kini sedang melakukan transformasi posisi dari sekadar merek mi instan menjadi sebuah platform kreativitas dan pengalaman bagi generasi muda.

Katria mengatakan Come See Mie Fest 2026 membawa semangat “Bold to Boundless Wonder”, yaitu gagasan bahwa kreativitas dan imajinasi tidak memiliki batas.

“Kami ingin pengunjung membawa pulang spirit ‘Bold to Boundless Wonder’, sebuah pengingat bahwa imajinasi kita itu tidak memiliki batas. Manifestasinya nyata bisa dilihat dari menu kreasi Mie Sedaap di festival ini, di mana hal sesederhana mi instan bisa disulap menjadi sesuatu yang sangat kreatif,” ujar Katria.

Katria menambahkan bahwa di era saat ini, generasi muda saat ini tidak hanya mencari produk yang enak, tetapi juga pengalaman yang memiliki cerita dan dapat dibagikan.

"Karena itu, Mie Sedaap terus mendorong batas inovasi, we break the boundaries, bukan hanya dalam rasa, tetapi juga dalam kreativitas dan pengalaman yang kami hadirkan," imbuhnya.

Karena itu, evolusi Come See Mie Fest dari tahun ke tahun bukan hanya terlihat dari skala acara, tetapi juga dari cara Mie Sedaap membangun hubungan dengan konsumennya. Festival ini menjadi ruang yang mempertemukan rasa, musik, komunitas, kreativitas, dan budaya anak muda.

Bagi Katria, perjalanan tersebut merupakan bagian dari transformasi Mie Sedaap untuk terus relevan.

“Mie Sedaap ingin dikenal sebagai merek yang brings taste to people’s lives, yang tidak hanya di lidah, tetapi juga di hati anak muda Indonesia,” kata Katria.

Melalui Come See Mie Fest 2026, Mie Sedaap mencoba membuktikan bahwa sebuah mangkuk mi tidak harus berhenti sebagai makanan. Ia bisa menjadi pengalaman, cerita, dan ruang bagi siapa pun untuk mengeksplorasi imajinasi tanpa batas.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Dwi Ayuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dwi Ayuningtyas
Editor: Nuran Wibisono