Menuju konten utama

Cara Menanam Stroberi, Perawatan, dan Syarat Tumbuh

Berikut cara menanam stroberi mulai dari pembibitan hingga perawatannya.

Cara Menanam Stroberi, Perawatan, dan Syarat Tumbuh
Buah stroberi. (FOTO/iStockphoto)

tirto.id - Stroberi termasuk tanaman semak yang berasal dari Chili. Buahnya berwarna merah dan bisa dimakan langsung atau diolah menjadi makanan lain seperti selai dan sirup.

Jenis stroberi yang saat ini beredar di pasaran adalah jenis Fragaria x annanassa var Duchesne. Jenis ini merupakan hasil persilangan antara spesies F. virgianaL. var Duchesne (dari Amerika Utara) dengan F. chiloensis L. var Duchesne (dari Chili).

Di Indonesia sendiri, varietas stroberi yang berkembang antara lain Osogrande, Selva, Tenira, Pajero, Ostara, dan masih banyak lagi. Ada pula varietas lokal seperti Benggala dan Nenas yang dibudidayakan di Lembang, Bandung.

Selain rasanya yang enak, stroberi diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Stroberi termasuk buah kaya nutrisi yang dapat menurunkan resiko berbagai penyakit, mulai dari diabetes, penyakit jantung, gangguan sistem saraf, hingga kanker.

Syarat Tumbuh Tanaman Stroberi

Stroberi termasuk tanaman yang cukup mudah dibudidayakan asalkan syarat pertumbuhannya dapat terpenuhi. Berikut beberapa syarat tumbuh stroberi:

1. Iklim

  • Ditanam di dataran tinggi tropis dengan ketinggian 1.000-1.500 dpl;
  • Daerah penanaman stroberi memiliki suhu 17-20°C dan kelembapan antara 80-90 persen;
  • Daerah budi daya memiliki curah hujan 600-700 mm/tahun;
  • Stroberi harus terkena sinar matahari selama 8-10 jam setiap hari.

2. Media tanam

  • Tanah liat berpasir yang subur, gembur, dan mengandung banyak zat organik;
  • Memiliki tata air dan udara yang baik;
  • Untuk budi daya kebun, tanah sebaiknya memiliki pH antara 5,4-7, sedangkan jika ditanam di pot sebaiknya memiliki pH tanah 6,5-7;
  • Untuk budi daya di kebun, kedalaman airnya 50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di pot, tanah harus selalu memiliki unsur hara yang cukup dan mudah merembeskan air.

Cara Budi Daya Stroberi

Melansir laman Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, berikut tahapan budi daya tanaman stroberi:

Pembibitan

Stroberi dibudidayakan melalui biji yang bisa dibeli langsung di toko pertanian. Biji kemudian disemai dalam kotak kayu berisi media tanam sebelum dipindah ke lahan kebun.

Selain biji, benih juga bisa diperoleh secara vegetatif (stolon, anakan) atau dengan kultur jaringan. Jumlah benih yang dibutuhkan adalah 40-50 ribu benih/hektar, tapi harus tetap disesuaikan dengan jenis varietas dan jarak tanamnya.

1. Budi daya secara vegetatif

Pilih tanaman induk yang sehat, produktif, dan sudah berumur 1-2 tahun.

Persiapan bibit anakan:

  • Rumpun tanaman stroberi dibongkar dengan cangkul;
  • Tanaman induk dibagi-bagi dan masing-masing harus memiliki setidaknya 1 anakan;
  • Tanam dalam polybag.

Persiapan bibit stolon:

  • Rumpun harus sudah memiliki akar sulur pertama dan kedua;
  • Sulur atau stolon ini dipotong dan ditanam di polybag hingga mencapai tinggi sekitar 10 cm dan berdaun rimbun.

2. Perbanyakan secara in vitro

Perbanyakan bibit dengan in vitro atau kultur jaringan bertujuan untuk mendapatkan tanaman bebas virus. Jaringan yang diambil adalah meristem pucuk berukuran 0,5 - 0,7 mm.

Meristem pucuk ini lalu ditanam dalam media kultur dalam kondisi aseptik dan disimpan di laboratorium.

Persiapan media tanam dan penanaman

Ada dua teknik penanaman bibit stroberi, yaitu dengan mulsa plastik dan tanpa mulsa plastik. Berikut penjelasannya:

1. Budi daya di kebun dengan mulsa plastik

  • Lakukan di awal musim hujan;
  • Lahan diolah terlebih dahulu dan dibiarkan hingga 15-30 hari hingga kering (kering angin);
  • Buat bedengan dengan lebar 80 x 120 cm dan tinggi 30-40 cm. Jarak antar bedengan dibuat 60 cm;
  • Jika tidak pakai bedengan, pakai guludan dengan lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, tinggi sekitar 30 cm, sedangkan jarak antar guludan 60 cm;
  • Taburi pupuk dan siram hingga lembab;
  • Pasang mulsa plastik menutupi bedengan/ guludan;
  • Buat lubang di atas plastik seukuran kaleng susu kental manis;
  • Beri jarak antar lubang sekitar 30-50 cm;
  • Setelah mulsa plastik dilubangi, buat lubang tanam di dalamnya;
  • Ambil bibit stroberi dari polybag dan letakkan di lubang tanam. Padatkan dan sirami tanah di sekitar pangkal batang tanaman.

2. Budi daya di kebun tanpa mulsa plastik

  • Lakukan di awal musim hujan;
  • Lahan diolah dengan kedalaman 30-40 cm. Biarkan 15-30 hari sampai kering (kering angin);
  • Buat bedengan dengan lebar 80 x 100 cm dan tinggi sekitar 30 cm. Jarak antar bedengan dibuat 40 x 60 cm;
  • Jika tidak pakai bedengan, buat guludan dengan lebar 40 x 60 cm dan tinggi sekitar 30 cm. Jarak antar guludan dibuat 40 x 60 cm;
  • Taburkan pupuk kandang/ kompos dan biarkan 15 hari;
  • Buat lubang tanam dengan jarak 30-50 cm;
  • Ambil bibit stroberi dari polybag dan letakkan di lubang tanam. Padatkan dan sirami tanah di sekitar pangkal batang tanaman.

Perawatan

Perawatan atau pemeliharaan harus dilakukan setelah proses penanaman. Tujuannya agar tanaman stroberi bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas.

Perawatannya meliputi:

1. Penyulaman

Tanaman yang mati, rusak, atau tidak sehat harus disulam (diganti dengan bibit baru). Penyulaman harus dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah proses penanaman bibit.

2. Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk membersihkan lahan dari gulma sehingga tanaman bisa tumbuh dengan sempurna.

3. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan ketika tanaman sudah terlalu rimbun atau banyak daun yang tua/ rusak.

4. Pemupukan

Jenis pupuk yang digunakan adalah NPK, namun kadarnya harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.

Pemupukan pada fase benih bisa menggunakan NPK 32-10-10. Pada fase pertengahan, gunakan pupuk NPK 20-20-20 atau NPK 10-10-10 (kadar NPK seimbang).

Saat fase generatif atau tumbuh buah, pilih pupuk NPK 10-10-20 atau pupuk KNO3.

5. Pengairan/ penyiraman

Lakukan penyiraman 2 kali sehari sampai tanaman berusia sekitar 2 minggu. Setelah 2 minggu, kurangi intensitas penyiraman, tapi tetap pastikan tanah tidak sampai kering.

Baca juga artikel terkait RAGAM DAN HIBURAN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Politik
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Yantina Debora