Menuju konten utama

Bulog Diminta Antisipasi Lonjakan Stok Beras di Desember-Januari

Berdasarkan proyeksi Amran, volume beras atau stok ada di gudang Bulog dapat mencapai 3 juta ton dan menjadi level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Bulog Diminta Antisipasi Lonjakan Stok Beras di Desember-Januari
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (kiri) menyampaikan keterangan terkait capaian kinerja satu tahun Kementerian Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (22/10/2025). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, meminta Perum Bulog menyiapkan langkah antisipasi menghadapi masa puncak stok beras nasional yang diperkirakan terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026.

Berdasarkan proyeksi Amran, volume beras atau stok ada di gudang Bulog dapat mencapai 3 juta ton dan menjadi level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Kedepannya yang perlu diantisipasi karena perkiraan kami satu bulan ke depan stok tertinggi di Desember-Januari. Ini perkiraan kami, 3 juta berarti tertinggi selama 57 tahun," ujar Amran usai menghadiri Kegiatan Rapat Kerja Nasional Perum Bulog Tahun 2025, dikutip dari rekaman suara yang diterima Tirto, Kamis (20/10/2025).

Dengan tingginya stok pada awal tahun, Amran menekankan perlunya persiapan matang untuk periode berikutnya. Pada Februari hingga April 2026, kebutuhan penyerapan diperkirakan mencapai 3 juta ton tambahan, sehingga total kebutuhan logistik yang harus ditangani mencapai 6 juta ton.

“Februari sampai April itu butuh penyerapan 3 juta ton. Tiga juta tambah tiga juta, enam juta. Ini tantangannya adalah gudang harus disiapkan dari sekarang. Karena ini tidak mudah,” katanya.

Meski demikian, pemerintah optimistis Bulog mampu menghadapi tantangan tersebut. Pengalaman penanganan stok pada tahun sebelumnya dinilai menjadi modal kuat bagi perusahaan pelat merah itu.

“Tapi kami yakin dengan pengalaman kemarin, Bulog, direksi, dan dewasnya sudah siap. Terima kasih. Nanti teknisnya padir,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah akan membangun 100 gudang baru untuk menampung hasil panen padi dan jagung di berbagai daerah. Pembangunan ini merupakan solusi atas keterbatasan daya tampung gudang yang dimiliki Perum Bulog dalam menyerap hasil panen petani.

Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), usai menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Pembangunan Infrastruktur Gudang Baru di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

“Ini respons terhadap tuntutan masyarakat, karena panennya kemarin melimpah, baik gabah maupun jagung,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait BULOG atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Insider
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra