BTN Targetkan Satu Juta Nasabah Baru Lewat Digital Banking

BTN Targetkan Satu Juta Nasabah Baru Lewat Digital Banking
(Ilustrasi) Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. Maryono bersama Managing Director Commercial Banking Oni Febriarto dan Direktur Consumer Banking Handayani menghadiri BTN Developer Gathring di Jakarta, Selasa (8/8/2017). ANTARA FOTO/HO/Suryo.
Reporter: Damianus Andreas
13 Oktober, 2017 dibaca normal 1:30 menit
BTN berencana memperluas jangkauan layanan digital banking untuk menambah nasabah baru sebanyak satu juta.
tirto.id - Managing Director Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Perseroan) Tbk atau BTN, Handayani menyatakan perusahaannya sedang berupaya meningkatkan jumlah nasabah melalui pendekatan digital banking.

BTN menargetkan dapat merangkul sebanyak 1 juta nasabah baru dari ceruk digital banking di kuartal IV 2017. Handayani menjelaskan, dengan adanya peningkatan jumlah nasabah, maka intensitas transaksi akan makin berlipat.

“Tahun depan kami memasuki transformation to digital, jadi basis nasabah harus banyak dan benar-benar di segmen orang yang memiliki daya konsumsi tinggi. Baik itu untuk konsumsi sehari-harinya maupun dalam hal perdagangan,” ujar Handayani pada Jumat (13/10/2017).

Handayani menambahkan dari sebanyak 7,2 juta nasabah BTN, sampai saat ini, yang aktif menggunakan fasilitas digital banking baru 1,3 juta.

“Penetrasinya sekitar 40 persen dari total nasabah BTN. Sisanya lebih ke pasif, seperti hanya memanfaatkan notifikasi saja. Mereka buka sms/mobile banking untuk dapat notifikasi, sementara transaksinya masih di ATM,” ujar Handayani.

Penambahan nasabah, menurut dia, diharapkan bisa datang dari distribusi tambahan kartu uang elektronik milik perusahaan perbankan plat merah itu, yakni Blink, untuk periode promo per Senin (16/10/2017) hingga (31/10/2017).

BTN telah menyiapkan 120 ribu kartu Blink guna mendukung program elektronifikasi jalan tol yang bakal diterapkan secara penuh mulai akhir bulan ini.

Menurut Handayani, jumlah stok 120 ribu kartu itu merupakan bagian dari ketersediaan 1,5 juta kartu e-money yang telah disepakati dengan empat bank operator lain, yakni PT Bank Central Asia (BCA), PT Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan PT Bank Negara Indonesia (BNI).

Sayangnya, Handayani tidak secara gamblang mengungkapkan besaran dana subsidi yang disiapkan BTN. “Untuk nilai subsidinya, kemarin sudah disepakati Rp15.000,00 disubsidi oleh bank, dari harga kartunya. Seperti (pada promo) yang lalu, sama saja,” kata dia.

Pekan ini, Bank Indonesia (BI) telah mengumumkan bahwa program diskon sebagaimana berlangsung sejak 17 Agustus hingga 30 September 2017 untuk pembelian kartu e-money bakal diperpanjang.

Pada periode pertama, biaya pembelian didiskon 50 persen. Sementara untuk periode tambahan, kartu uang elektronik akan dikenakan biaya Rp0,00. Akan tetapi, konsumen tetap harus membayar untuk saldo yang dikehendaki.

Handayani menambahkan, selain mendorong pendistribusian Blink kepada masyarakat, BTN juga telah merencanakan kerja sama dengan korporasi maupun ritel yang ada di pasaran. Salah satunya seperti yang baru-baru ini dilakukan dengan operator kereta bandara, PT Railink.

Selain menawarkan fasilitas kredit bagi para karyawan PT Railink, BTN turut menyiapkan penawaran bagi pengguna kartu kredit maupun debit saat membeli tiket kereta bandara.

“Peningkatan transaksi melalui kartu (uang elektronik/kredit dan debit) BTN, akan mendukung peningkatan fee based income kami,” ujar Handayani.

Baca juga artikel terkait E-MONEY atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - dam/add)

Keyword