Menuju konten utama

BNPB Pastikan Korban Tewas Gempa Cianjur 335 Orang, Bukan 600

BNPB membantah klaim Bupati Cianjur Herman Suherman yang menyebutkan korban tewas akibat gempa sebanyak 600 orang.

BNPB Pastikan Korban Tewas Gempa Cianjur 335 Orang, Bukan 600
Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah korban yang tertimbun longsor akibat gempa di Kampung Cijedil, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (27/11/2022). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan korban tewas akibat gempa bermagnitudo (M) 5,6 di Cianjur, Jawa Barat, per Selasa (13/12/2022) pagi sebanyak 335 orang.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari membantah klaim Bupati Cianjur Herman Suherman yang menyebutkan korban tewas akibat gempa sebanyak 600 orang. Dia menegaskan data resmi mengenai korban gempa Cianjur adalah dari BNPB yang sudah tervalidasi.

"Korban tewas 335 jiwa. Data resmi pemerintah adalah data BNPB dan data resmi adalah data tervalidasi," kata Muhari kepada reporter Tirto, Selasa (13/11/2022).

Muhari mengkritisi pernyataan Bupati Cianjur Herman Suherman yang mengatakan sebagian besar korban tewas akibat gempa di wilayahnya tidak terdata. Herman mengklaim setelah dilakukan pendataan ulang, sebanyak 265 korban gempa yang meninggal tidak dilaporkan namun langsung dimakamkan oleh keluarganya.

Muhari mempertanyakan jika tidak terdata bagaimana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur memastikan jumlah korban tersebut.

Menurut Muhari, validasi data korban tewas ini caranya beragam, bisa dengan identifikasi jasad maupun dengan penerbitan surat kematian untuk korban yang sudah dimakamkan oleh keluarga. Data itu tervalidasi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) berdasarkan nama dan alamat sebagai korban gempa di Cianjur.

"Jadi sebaiknya kita tidak bicara korban tidak terdata, karena pemerintah daerah harus bisa mendata warganya yang jadi korban kalau angka itu benar," tegasnya.

Lebih lanjut, Muhari menyatakan seharusnya pemerintah daerah tidak bicara dugaan atau data laporan yang tidak dilengkapi keterangan identitas dari keluarga pelapor.

"Jika ada keterangan identitas dari keluarga pelapor maka itu akan masuk dalam daftar pencarian (DP) atau korban hilang. Jadi istilah korban tidak terdata itu tidak ada," kata dia.

Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebelumnya mengklaim jumlah korban meninggal akibat bencana gempa bumi bermagnitudo (M) 5,6 sebanyak 600 orang. Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan sebagian besar korban tewas akibat gempa di wilayahnya tidak terdata.

Herman menuturkan korban meninggal awalnya tercatat sebanyak 335 ditambah delapan orang yang belum ditemukan. Setelah dilakukan pendataan ulang, sebanyak 265 korban gempa yang meninggal tidak dilaporkan namun langsung dimakamkan oleh keluarganya.

“Banyak yang tidak melaporkan anggota keluarganya yang meninggal akibat gempa, setelah dilakukan pendataan ulang jumlahnya mencapai 600 orang yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Pacet, Cugenang, Cianjur, dan Warungkondang,” kata Herman dikutip dari Antara.

Baca juga artikel terkait KORBAN TEWAS GEMPA CIANJUR atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Gilang Ramadhan