Menuju konten utama

BNPB Catat 3 Orang Tewas dan 2 Hilang Akibat Banjir Jabodetabek

BNPB pun mencatat sedikitnya terjadi 11 kejadian banjir dan tanah longsor di wilayah Jabodetabek hingga Minggu (6/7/2025) pukul 18.00 WIB.

BNPB Catat 3 Orang Tewas dan 2 Hilang Akibat Banjir Jabodetabek
keterangan pers Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Kapusdatinkom BNPB), Abdul Muhari, PhD. terkait update kondisi bencana hidrometeorologi basah. youtube/ BNPB Indonesia

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya terjadi 11 kejadian banjir dan tanah longsor di wilayah Jabodetabek hingga Minggu (6/7) pukul 18.00 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan tiga orang tewas dan dua orang lainnya hilang.

“Untuk kejadian banjir dan longsor di kawasan Jabodetabek, itu berdampak pada 3 orang meninggal dunia dan 2 orang masih hilang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin (7/7/2025).

Abdul menyebut dua orang yang dilaporkan hilang saat ini masih dalam pencarian. Namun, pihaknya telah menerima informasi bahwa korban kemungkinan telah ditemukan dan masih menunggu konfirmasi dari instansi terkait.

Di luar Jabodetabek, BNPB telah menerima 4 kejadian banjir baru dan 6 pemutakhiran status kejadian banjir lainnya. Hingga saat ini, BNPB mencatat total sebanyak 9.947 orang terdampak dan mengungsi, 12 rumah rusak, dan 2.348 rumah terendam banjir.

“Sabtu hingga minggu kemarin, terjadi hujan deras dengan durasi yang cukup lama sehingga memicu beberapa kejadian bencana hidrometeorologi basah,” ujarnya.

Oleh karena itu, Abdul meminta agar masyarakat tetap waspada dan siap siaga menghadapi bencana hidrometeorologi basah. Meski Indonesia secara umum tengah memasuki musim kemarau, berbagai faktor regional masih berpotensi memicu hujan lebat.

“Kami mengimbau tent saja agar masyarakat terus memantau informasi cuaca dan kemudian menyiapkan langkah-langkah antisipatif,” ujarnya.

Lebih jauh, BNPB juga mengimbau kepada aparat TNI, Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), khususnya para Babinsa dan Babinkamtibmas, agar segera turun ke lapangan ketika hujan turun selama lebih dari satu jam tanpa henti. Apabila ada indikasi muka air di sungai terus naik dan hujan terus turun, maka dapat segera dilakukan evakuasi.

“Jika hujan berlangsung dengan intensitas tinggi, hindari untuk istirahat atau berteduh di sekitar kawasan-kawasan yang memiliki tebing curam,” ujar Abdul.

Sebagai langkah antisipasi, BNPB menyiagakan satu unit pesawat Cessna untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC). Dia mengaku pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BMKG untuk mengarahkan OMC ke wilayah yang memiliki potensi curah hujan ekstrem.

“Mari bersama kita siapkan kewaspadaan dan kita tingkatkan kesiapsiagaan berbasis dari individu dan keluarga agar tentu saja kita bersama bisa mengurangi potensi risiko bencana akibat aspek hidrometeorologi baik it kering maupun basah,” tutup Abdul.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher