Menuju konten utama

BNPB Bidik Pelajar Terdampak Bencana Sumatra Sekolah Awal 2026

BNPB beserta unsur pemerintah lainnya juga menyiapkan beberapa tenda darurat untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran.

BNPB Bidik Pelajar Terdampak Bencana Sumatra Sekolah Awal 2026
Foto udara tenda bantuan yang dibangun warga korban bencana hidrometeorologi di jembatan Tamiang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (19/12/2025). Berdasarkan data sementara posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh tanggal 18 Desember 2025, sebanyak 174.220 unit rumah warga yang tersebar di 17 Kabupaten dan kota tergenang lumpur dan rusak akibat bencana banjir bandang pada akhir November lalu yang mengakibatkan mayoritas warga harus menempati tenda darurat. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/tom.

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan para siswa sekolah dan madrasah yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dapat kembali ke Sekolah pada pekan kedua Januari 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB Abdul Muhari mengatakan, target ini disesuaikan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar semester genap yang umumnya berlangsung pada pekan kedua Januari.

Abdul menilai target ini sangat realistis. Pasalnya, BNPB saat ini tengah melakukan pembersihan di sejumlah fasilitas pendidikan yang tertimbun lumpur dan material bekas banjir.

“Nanti di minggu pertama bulan Januari beberapa fasilitas pendidikan yang sebelumnya mungkin terdampak lumpur dan lain-lain ini sudah bisa kembali difungsikan,” kata Abdul dalam keterangannya yang dikutip Senin (29/12/2025).

Meski begitu, kata Abdul, BNPB beserta unsur pemerintah lainnya juga menyiapkan beberapa tenda darurat untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Tenda-tenda tersebut, hanya digunakan khusus bagi sekolah atau madrasah yang memiliki tingkat kerusakan berat yang masih membutuhkan perbaikan lanjutan.

“Nanti proses belajar mengajar akan kita lakukan di tenda-tenda sementara,” ujar Abdul.

Lebih lanjut, Abdul menjelaskan, menurut data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per Jumat (19/12/2025) banjir bandang dan longsor pada akhir November lalu telah merusak 3.274 fasilitas pendidikan dan 6.431 ruang kelas yang tersebar di tiga provinsi terdampak.

Abdul mengatakan, angka tersebut meliputi fasilitas pendidikan yang melayani jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan nonformal. Tak hanya kerusakan infrastruktur, bencana juga berdampak langsung terhadap 276.249 siswa serta 25.936 guru dan tenaga kependidikan.

Abdul menyebut, pemerintah bergerak cepat untuk memulihkan seluruh sekolah terdampak agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Kata Abdul, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa kesiapan operasional sekolah di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah mendekati 90 persen, sementara di Aceh mencapai sekitar 65 persen.

Baca juga artikel terkait BENCANA atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Hendra Friana