tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem masih akan mengintai sejumlah wilayah Indonesia, awal pekan Februari 2026, tepatnya antara 30 Januari - 5 Februari 2026.
Dalam laporan prospek cuaca mingguan teranyar, mereka menyebut Monsun Asia dan Angin Baratan masih dominan. Hal ini menyebabkan wilayah selatan Indonesia, utamanya, masih akan berpotensi menghadapi hujan ringan sampai hujan lebat.
BMKG menyebut masih akan signifikan pengaruh dinamika atmosfer baik dari skala global, regional, maupun lokal selama sepekan ini.
Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada kategori Netral – La Niña lemah dengan nilai SOI teramati signifikan sebesar +8.6, dan indeks NINO 3.4 sebesar -0.79 yang signifikan terhadap peningkatan pola konvektif di wilayah Indonesia, terutama bagian timur.
Selain La Nina lemah, aktivitas monsun Asia diprediksi masih cukup persisten hingga dasarian pertama Bulan Februari. Fenomena Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) atau aliran massa udara dingin yang melintasi ekuator juga diprakirakan masih aktif dalam beberapa hari ke depan.
Lebih jauh lagi, daerah tekanan rendah berpotensi terbentuk di Teluk Carpentaria, yang dapat membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Indonesia bagian selatan.
Kombinasi antara MJO, Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin diprediksi aktif di Samudra Hindia barat Jawa hingga selatan NTT, Lampung, Laut Sulu, Laut Arafura, Papua Selatan, yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.
Sederhananya, analisis BMKG melihat potensi cuaca yang masih signifikan. Oleh karenanya, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, dan lingkungannya terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, banjir bandang, dan longsor.
“BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, dan aktivitas wisata,” tulis mereka dalam laporan tersebut.
Prospek Cuaca
Periode 30 Januari–1 Februari 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.Peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat diprediksi terjadi di: Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Sementara beberapa wilayah yang diprediksi hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi.
Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur.
Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur dan Maluku.
Periode 2–5 Februari 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.Peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat diprediksi terjadi di: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Sementara beberapa wilayah yang diprediksi hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi.
Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Kep. Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur
Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur dan Maluku.
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id
























