BJ Habibie Meninggal: Khofifah & Ribuan Jamaah Lakukan Salat Gaib

Oleh: Yulaika Ramadhani - 12 September 2019
Dibaca Normal 2 menit
Khofifah bersama ribuan jamaah umat Islam mengikuti salat gaib (sholat Ghoib) sekaligus mendoakan almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie
tirto.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa bersama ribuan jamaah umat Islam mengikuti salat gaib (sholat Ghoib) sekaligus mendoakan almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya usai menunaikan salat subuh, Kamis (12/9/2019).

“Kita kembali kehilangan putra terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia. Pak Habibie sudah meninggalkan kita semua,” ujar Khofifah usai shalat ghaib di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, sebagaimana dikutip Antara.

Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu (11/9/2019) dalam usia 83 tahun. Khofifah langsung terbang ke Jakarta untuk menghadiri prosesi pemakaman BJ Habibie di Taman Makam Nasional Utama (TMPNU) Kalibata Jakarta hari ini.

Khofifah, menjadi tugas bangsa saat ini menyiapkan generasi yang memiliki intelektualitas seperti sosok seorang BJ Habibie, termasuk mempunyai dedikasi dan pengabdian kepada negerinya.

“Kita punya referensi dan keteladanan luar biasa. Bahkan, pikiran out of the box yang dimiliki Pak Habibie, tak sekadar terobosan dan inovasi di bidang teknologi, tapi paradigma Imtaq dan Iptek memiliki sesuatu sangat dalam,” jelasnya.

Sementara itu, bertindak sebagai imam shalat ghaib adalah KH Abdul Hamid Abdullah selaku imam besar Masjid Nasional Al Akbar dan sekitar 1.200 orang jamaah mengikutinya.

Gubernur Khofifah menyampaikan duka cita mendalam dan mendoakan almarhum BJ Habibie ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT dan diampuni seluruh khilafnya.

"Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan duka cita mendalam. Kemudian, diberikan ketabahan dan keikhlasan bagi keluarga besar Bapak Habibie. Allahuma Aamiin," ucap dia.

Niat Salat Gaib

Berikut ini adalah lafal niat salat gaib untuk jenazah umat Islam secara umum baik wafat di daerah lain atau wafat di masa jauh silam.

أُصَلِّيْ عَلَى المَيِّتِ الغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alāl mayyitil ghā’ibi arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang jenazah gaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.”

Dalam Shalat Gaib dan Jenazah yang ditulis Ulil H dijelaskan, niat salat gaib yang ditujukan kepada mayat yang diketahui dengan jelas identitasnya maka bunyi niatnya adalah:

أصلى على ميت (فلان) الغائب اربع تكبيرات فرض الكفاية لله تعالى

Artinya, "Saya niat salat gaib atas mayat (si A) empat kali takbir fardhu kifayah karena Allah Ta’ala."


Tata Cara Salat Gaib

Bacaan dalam salat gaib sama dengan salat jenazah.

Yaitu dengan empat takbir tanpa rukuk dan sujud. Membaca surat alfatihah setelah takbir pertama (takbiratul ihram).

Kemudian takbir kedua membaca shalawat atas nabi miimal shalawat pendek “allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad”. Lalu mendo’akan mayat setelah takbir ketiga yang berbunyi:

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه

Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa ‘afihi wa’fu anhu.

Ya Allah ampuniah dia, berilah dia rahmat dan sejahterakan serta maafkanlah dia

Dan terakhir, setelah rakaat keempat disunnahkan membaca do’a sebelum salam. Adapun do’a setelah takbir keempat adalah:

اللهم لاتحرمنا أجره ولاتفتنا بعده واغفرلنا وله

Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu waghfirlana walahu

Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahalanya yang akan sampai kepada kami, dan jangan Engkau memberi fitah kepada kami sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia.

Dalam Ini Lafal Niat salat gaib atas Jenazah di Luar Kota atau Jenazah Hilang yang ditulis Alhafiz K dijelaskan, salat gaib pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika Raja Najasyi wafat.

Rasulullah SAW bersama para sahabatnya di Madinah melakukan salat jenazah.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

Artinya, “Rasulullah SAW mengabarkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya. Kemudian Rasul keluar menuju tempat salat lalu membariskan shaf kemudian bertakbir empat kali,” (HR Bukhari).

Perbedaan salat gaib dengan salat jenazah.

Perbedaannya juga terletak pada niat. Untuk salat jenazah yang mayatnya ada di depan maka niatnya adalah :

أصلى على هذا الميت اربع تكبيرات فرض كفاية مأموما لله تعالى

Saya niat salat atas mayat ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena Allah Ta’ala.


Baca juga artikel terkait BJ HABIBIE MENINGGAL atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH
DarkLight