BJ Habibie Meninggal karena Gagal Jantung, Kenali Penyebabnya

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 12 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
B.J. Habibie meninggal karena penyakit gagal jantung yang dideritanya. Apa saja gejala dan penyebab yang harus diwaspadai.
tirto.id - Presiden ketiga Republik Indonesia B.J. Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Senin, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB. Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya.

“Innalillaahi wa inna ilaihi roji’uun. Alasan kenapa meninggal adalah karena sudah menua dan memakan usia. Kemarin saya katakan bahwa gagal jantung yang mengakibatkan penurunan itu, kalau memang organ-organ itu degenerasi melemah, menjadi tidak kuat lagi, maka tadi jam 18 lebih tiga, jantungnya dengan sendiri menyerah,” kata putra Habibie, Thareq Kemal Habibie kepada reporter Tirto di RSPAD, Jalan Abdul Rahman Saleh Raya, Senen, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/9/2019) malam.

Seperti yang disebutkan Thareq, Habibie meninggal dalam perawatan RSPAD Gatot Soebroto. Ia sudah dirawat secara intensif di RS tersebut sejak Minggu, (8/9/2019) karena penyakit gagal jantung dan kondisi yang sudah menua.

Sebelumnya, pada Maret 2018, mantan Menteri Riset dan Teknologi di era Soeharto ini juga pernah menjalani perawatan intensif di RSPAD. Kemudian, Agustus 2018 silam Habibie pun sempat dirawat di klinik Starnberg di Munich, Jerman setelah mengalami kebocoran klep jantung.

Gagal jantung atau kebocoran klep jantung merupakan jenis penyakit yang sama. Lalu apa sebenarnya penyakit gagal atau kebocoran klep jantung itu? Menurut laman Mayo Clinic, penyakit gagal jantung membutuhkan pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung.

Beberapa orang dengan penyakit ini kemungkinan tidak mengalami gejala selama bertahun-tahun. Tetapi beberapa gejala penyakit klep jantung bisa dilihat dari tanda berikut ini:

  • Suara detak jantung yang tidak normal saat diperiksa oleh dokter dengan stetoskop.
  • Kelelahan.
  • Napas tersengal-sengal, terutama ketika melakukan banyak kegiatan atau ketika berbaring.
  • Pembengkakan di pergelangan kaki.
  • Pusing.
  • Pingsan, dan-
  • Detak jantung tak teratur.

Penyebab utama dari penyakit ini salah satunya adalah karena sering kelelahan, selain itu penyakit ini juga bisa terjadi karena adanya bawaan sejak lahir.

Namun, kebanyakan kebocoran klep jantung atau gagal jantung dialami oleh seseorang saat usia tua, meskipun tak menutup kemungkinan juga bisa terjadi pada seseorang yang berusia muda.

Berikut ini penyebab dan kondisi lain yang membuat seseorang bisa terkena gagal jantung:

  • Usia tua.
  • Riwayat infeksi tertentu yang dapat memengaruhi jantung.
  • Riwayat beberapa bentuk penyakit jantung atau serangan jantung.
  • Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes serta faktor risiko penyakit jantung lainnya.

Jika seseorang sudah mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera hubungi dokter dan jika memungkinkan periksakan diri ke dokter spesialis ahli jantung untuk penanganan dan perawatan yang seharusnya.


Baca juga artikel terkait BJ HABIBIE atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight