Menuju konten utama

BGN Setop Sementara SPPG yang Distribusi MBG ke SMAN 1 Jogja

Keputusan ini sebagai tindak lanjut dari dugaan keracunan ratusan siswa SMAN 1 Yogyakarta usai menyantap MBG.

BGN Setop Sementara SPPG yang Distribusi MBG ke SMAN 1 Jogja
Petugas membawa food tray atau piring makan bergizi gratis (MBG) untuk disusun di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Antapani Kulon, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/10/2025). SPPG tersebut akan menyediakan sedikitnya 2400 paket untuk 13 sekolah dasar dan taman kanak-kanak di kawasan sekitar yang mulai didistribusikan pada Senin (13/10) mendatang. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/nz

tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SMAN 1 Yogyakarta. Keputusan ini sebagai tindak lanjut dari dugaan keracunan ratusan siswa SMAN 1 Yogyakarta usai menyantap MBG.

"Sebagai langkah tanggap cepat, BGN menginstruksikan penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah itu," ucap Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, dalam keterangan resmi, Jumat (17/10/2025).

Khairul menjelaskan, langkah ini diambil untuk memberi ruang evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan guna memastikan keamanan pangan di lingkungan sekolah. Dia pun menegaskan bahwa BGN menempatkan keamanan pangan sebagai prioritas utama dalam setiap layanan gizi masyarakat.

“Keamanan pangan bukan hanya soal higienitas, tetapi juga kepercayaan publik terhadap sistem gizi nasional. Oleh karena itu, setiap temuan sekecil apa pun akan kami tindaklanjuti dengan serius,” ujar Khairul.

Dijelaskan Khairul, kasus ini berawal dari adanya ratusan siswa yang mengaku mengalami gejala sakit perut pada Kamis (16/10/2025) dini hari. Kepala SMAN 1 Yogyakarta, Ngadiya, menyatakan bahwa pihak sekolah baru menerima laporan dari para siswa pada Kamis pagi dan langsung menyebarkan kuesioner untuk mengecek kondisi para siswa di seluruh kelas.

Ngadiya menuturkan bahwa dari kuesioner itu didapatkan data dari 972 siswa SMAN 1 Yogyakarta, 426 di antaranya mengaku mengalami diare antara pukul 1 hingga 3 dini hari. Pada hari itu ada 32 orang siswa tidak masuk sekolah tanpa memberitahukan alasannya.

Ditambahkan Ngadiya, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung pada pagi hingga siang hari tidak ada siswa yang dilarikan ke fasilitas kesehatan.

"Proses kegiatan belajar mengajar berjalan normal. Tidak ada siswa yang dipulangkan lebih awal," kata Ngadiya.

Sementara itu, tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk mengambil sampel makanan dan memeriksa di laboratorium. Dinas Kesehatan Provinsi DIY juga langsung melakukan penelusuran penyebab siswa yang diare.

“Kami bersama Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan Kota Yogyakarta menelusuri secara cermat sumber dugaan penyebabnya. Masyarakat kami imbau tetap tenang sambil menunggu hasil resmi,” tutur Kepala Kantor Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman, Harsono.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto