Berita Gunung Merapi Hari Ini 5 Agustus 2022: 28 Kali Gempa Guguran

Penulis: Alexander Haryanto - 5 Agu 2022 16:22 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 28 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-68 mm dan lama gempa 13.8-208.9 detik.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Jumat, 5 Agustus 2022 berdasarkan periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB mengalami 28 kali gempa guguran, 2 kali gempa hembusan, 12 kali gempa hybrid dan 4 kali gempa vulkanik dangkal.

Sampai saat ini masyarakat masih dilarang melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Laman magma.esdm.go.id menyebutkan, status gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dinyatakan Siaga Level III.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 30-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 20-26°C. Kelembaban 48-63.7%. Tekanan udara 836.7-915.6 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 28 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-68 mm dan lama gempa 13.8-208.9 detik.
  • 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 6.4-8 detik.
  • 12 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-25 mm, S-P 0.4-0.6 detik dan lama gempa 4.6-8.7 detik.
  • 4 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 40-75 mm, dan lama gempa 6.4-16.2 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight