Menuju konten utama

BEI: Fundamental Pasar Masih Kuat, Laba Emiten LQ45 Tembus 30%

Secara keseluruhan, sebanyak 80% perusahaan tercatat masih membukukan laba bersih di 3 bulan pertama tahun ini. 

BEI: Fundamental Pasar Masih Kuat, Laba Emiten LQ45 Tembus 30%
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik usai konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta investor untuk tetap tenang menghadapi tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir. Menurut Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, fundamental pasar dinilai masih dalam kondisi baik, terutama ditopang oleh kinerja emiten LQ45.

Jeffrey mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan keuangan emiten per kuartal I-2026, saham-saham unggulan di kelompok LQ45 mencatatkan kinerja yang positif.

"Kalau kita lihat perkembangannya sampai dengan kuartal I-2026 dibandingkan dengan kuartal I-2025, khususnya untuk saham-saham dalam kelompok LQ45, terjadi pertumbuhan laba bersih hampir 30 persen, 29,9 persen," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung Bursa Efek, Kamis (4/6/2026).

Tidak hanya itu, secara keseluruhan, sebanyak 80 persen perusahaan tercatat masih membukukan laba bersih pada tiga bulan pertama tahun ini.

Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada 2020 hanya 63 persen emiten yang mampu mencetak keuntungan, sementara periode 2021 hingga 2025 rata-rata hanya berada di kisaran 73-76 persen.

"Fundamental pasar kita saat ini dalam kondisi baik. Per akhir tahun 2025, dari seluruh perusahaan tercatat itu membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen," ucapnya.

Jeffrey menambahkan capaian ini diharapkan bisa menjadi alasan kuat bagi investor dalam mengambil keputusan di tengah gejolak pasar. Dia mengimbau agar investor tidak hanya terpaku pada fluktuasi harga jangka pendek, melainkan juga mencermati kinerja fundamental perusahaan.

"Tentu ini (laporan keuangan) dapat dijadikan landasan untuk mengambil keputusan bagi para investor," tuturnya.

Sebagai catatan, meskipun fundamental menunjukkan kekuatan, IHSG ditutup melemah 1,7 persen ke level 5.839 pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Penurunan IHSG sejauh ini mencapai 32 persen secara year to date.

Baca juga artikel terkait PASAR MODAL atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi