Beberapa Mitos Tentang Baterai Ponsel yang Diyakini Banyak Orang

Oleh: Adrian Samudro - 12 Oktober 2019
Dibaca Normal 2 menit
Berikut beberapa mitos tentang baterai ponsel yang masih diyakini banyak orang, padahal belum tentu benar.
tirto.id - Ponsel sudah menjadi kebutuhan penting di zaman sekarang ini. Entah untuk berkomunikasi, mencari hiburan atau sekadar untuk bergaya.

Namun, para pengguna ponsel, terutama smartphone, kerap mengeluh atas pemakaian baterainya yang boros atau tidak bertahan lama.

Maka tidak heran jika saat ini ada banyak orang yang meyakini sejumlah tips dan trik untuk membuat baterai ponsel tahan lama.

Namun, beberapa hal mungkin ada benarnya, tetapi sebagian yang lain hanya sebatas mitos. Berikut beberapa hal yang masih diyakini sejumlah orang terkait baterai ponsel beserta faktanya.

1. Berbahaya Mengisi Baterai Ponsel Semalaman

Ini adalah salah satu hal yang paling umum masih dipercaya oleh banyak orang, tetapi faktanya mengisi daya baterai ponsel dalam semalam itu tidak berbahaya.

"Overcharging", istilah yang seringkali dilontarkan dengan masalah yang satu ini, di mana hal tersebut dikonsepkan bahwa ponsel akan terus memompa arus meskipun sudah terisi penuh.

Dilansir Android Authority, mitos ini mungkin memang benar untuk sebagian kasus pada ponsel yang masih menggunakan teknologi lama.

Tapi kini, ponsel dan perangkat modern lainnya sudah jauh lebih pintar, terutama dengan adanya teknologi pengelolaan daya yang akan secara bertahap dan otomatis memutus arus ketika baterai ponsel sudah terisi penuh.

"Dengan teknologi ini, bahkan jika Anda mengisi daya ponsel dalam semalam, baterai telepon hanya diisi ketika diperlukan," kata pakar elektronik Samsung, Sergio Flores, dikutip dari Reader's Diegest.

Namun perlu diingat bahwa penurunan kapasitas dan usia baterai ponsel biasanya disebabkan oleh tegangan pengisian yang tidak sesuai dan sering mengalami overheat.

2. Jangan Memainkan Ponsel Saat Dicas

Hal ini juga merupakan mitos yang seringkali kita dengar. Beberapa orang mengatakan bahwa menggunakan ponsel saat pengisian daya dapat membuat perangkat tersebut meledak, terbakar atau menyetrum.

Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar, asal ponsel yang Anda gunakan tidak mengalami overheat dan pastikan juga pengisian daya pada ponsel Anda berjalan dengan baik, sebagaimana ditulis Android Authority.

"Meskipun ketika Anda mengisi baterai ponsel dan daya yang dihasilkan berbeda dengan biasanya, hasil dan kinerja sirkuit selalu sama," kata Flores.

Tapi yang perlu diperhatikan adalah jika Anda menggunakan aplikasi yang cenderung memerlukan banyak daya, maka pengisian baterai akan jauh lebih lambat dari semestinya.

3. Mengisi Daya Baterai Ponsel dari 0 Persen

Mitos yang satu ini sangatlah keliru karena pada dasarnya, pengguna ponsel disarankan lebih baik mengisi daya ponsel sebelum benar-benar habis.

"Baterai jenis ini (Lithium-ion) cenderung 'lupa' tingkat kapasitas penuhnya, dan ketika diisi ulang, baterai ini tidak mengisi ke tingkat yang sama seperti pada awalnya," kata Flores.

Menurut situs Wired, baterai ponsel akan berada di bawah tekanan paling berat saat terisi penuh dan ketika daya benar-benar kosong.

Dikatakan bahwa titik terbaik untuk mengisi daya ulang adalah di saat baterai mencapai 50 persen atau setengah dari daya baterai ponsel tersebut.

Namun, lebih baiknya lagi agar daya tahan baterai tetap terjaga selama mungkin, Anda bisa melakukan pengisian daya di titik 20 dan 80 persen.

Dua kondisi tersebut diartikan sebagai batas maksimal untuk pengisian daya ulang dari ambang penuh dan kosong suatu daya baterai ponsel yang Anda miliki.

3. Pakai Mode "Efficiency" Bisa Merusak Software

Bagi Anda yang sering menggunakan mode penghemat baterai ini mungkin pernah mendengar tentang mitosnya yang akhirnya membuat Anda berhenti melakukan itu.

Padahal yang sebenarnya adalah penggunaan mode tersebut hanya akan berdampak berkurangnya kualitas yang akan Anda terima saat menjalankan berbagai aplikasi di ponsel.

Seperti pencerahan layar dan suara yang diminimalisir serta pemberitahuan sejumlah aplikasi yang mengalami penundaan.

"Ketika Anda menggunakan mode efisiensi, itu akan menghilangkan semua hal yang berlebihan," kata seorang teknisi Staymobile, Brad Nichols.

4. Penggunaan Cas Tidak Orisinil Dapat Merusak Baterai

Penggunaan charger asli dari merek ponsel memang sudah terjamin akan kualitas dan mutunya. Meski begitu, Anda juga masih diperkenankan untuk mengisi daya baterai dengan menggunakan charger lain atau bukan bawaan dari ponsel tersebut.

Akan tetapi, perhatikan juga alat pengisi daya tersebut dari segi kualitasnya. Selain itu pastikan tegangan antara pengisi daya dan baterai ponsel Anda sesuai.


Baca juga artikel terkait atau tulisan menarik lainnya Adrian Samudro
(tirto.id - )

Kontributor: Adrian Samudro
Penulis: Adrian Samudro
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight