tirto.id - Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan kemarin, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan data IDX, net foreign sell pada perdagangan kemarin tercatat sebesar Rp20,9 triliun. Sedangkan, aksi beli asing atau net foreign buy hanya sebesar Rp14,7 triliun.
Sementara itu, untuk aksi beli investor domestik pada perdagangan kemarin tercatat sebesar Rp30,6 triliun, dengan aksi jual investor domestik sebesar Rp24,4 triliun.
Sektor perbankan menjadi sasaran utama aksi jual investor asing, dengan Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan penjualan bersih asing terbesar sebesar Rp4,15 triliun.
Arus keluar dana asing yang deras ini mendorong harga saham BBCA ke level terendah sejak Juli 2022 ke level Rp7.025.
Tekanan jual asing juga terlihat pada emiten besar lainnya. Telkom Indonesia (TLKM) mengalami net foreign sell Rp564,5 miliar, diikuti oleh Aneka Tambang (ANTM) sebesar Rp314,3 miliar, serta sejumlah saham sektor tambang dan energi seperti BRMS, TINS, dan DSSA meski dengan nilai yang lebih kecil.
Di luar itu, saham perbankan lain seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank BRI (BBRI) juga turut mengalami pelepasan asing yang signifikan, masing-masing sebesar Rp1,28 triliun dan Rp1,14 triliun.
Tekanan serupa juga dialami oleh beberapa emiten seperti Merdeka Gold Resources (EMAS) Rp94,4 miliar dan Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) Rp93,6 miliar.
Dengan aksi jual beli asing kemarin, IHSG pun anjlok 7,35 persen ke level 8.320,56 atau terkoreksi 659,67 poin pada penutupan perdagangan.
Tekahan terhadap IHSG ini disinyalir merupakan respons pasar atas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing indeks saham di Indonesia.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































