tirto.id - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengakui masih banyak pedagang asongan yang masuk ke kapal untuk menjajakan dagangannya di Pelabuhan Makassar. Namun, saat menanyakan kepada pengelola pelabuhan, ia justru mendapat jawaban kurang memuaskan: memang seperti itulah kondisi di Pelabuhan Makassar.
"Ketika saya berkunjung tahun lalu ke Makassar. Saya menyampaikan konsen saya terhadap pelabuhan di sana, di mana masih banyak pedagang asongan dan lain sebagainya yang naik kapal. Ketika saya sampaikan itu, jawabannya 'Pak, memang Makassar ya seperti ini'," ungkapnya, dalam media briefing, dikutip pada Sabtu (3/1/2026).
Untuk menertibkan para pedagang asongan di Pelabuhan, Dudy berjanji bakal membenahi tata kelola pelabuhan, tidak hanya Pelabuhan Makassar, tetapi juga di pelabuhan-pelabuhan lainnya di seluruh wilayah Indonesia.
"Kalau pelabuhan, tidak usah lihat di sana, jangan jauh-jauh, lihatnya di sini saja. Bahwa perlu pembenahan? Iya, perlu pembenahan. Perlu waktu, ya, tapi memang kita harus membenahi," tambahnya.
Dengan makin majunya pendidikan dan teknologi, Dudy yakin pemahaman dan kesadaran masyarakat akan keselamatan makin meningkat. Namun, ia tidak memungkiri bahwa pembenahan tata kelola pelabuhan akan mendapat tantangan besar justru dari penduduk sekitar pelabuhan.
"Jadi butuh waktu, ya. Butuh waktu. Karena enggakusah di wilayah lain, di Jawa saja itu banyak pelabuhan yang masih kondisinya belum tertata dengan baik. Masih galakan penduduk sekitar, dengan segala alasan, dengan seribu macam alasan, sehingga kadang teman-teman kita sering dihadapkan pada posisi sulit, dilematis. Bertindak keras salah, tidak ditindak malah mengganggu," jelas Dudy.
Dia pun menyadari, persoalan ketertiban dan keamanan di pelabuhan tidak bisa lepas dari proses perubahan pola pikir masyarakat. Namun, ia percaya bahwa lambat laun tata kelola pelabuhan bisa makin baik.
"Sebagian masyarakat kita yang sudah menyadari pentingnya ketertiban dan [akhirnya] patuh. Tapi, ada juga teman-teman kita atau saudara-saudara kita yang tidak terlalu peduli dengan ketertiban maupun keselamatan. Jadi, kita sebagai bangsa, ya, memang harus melewati proses itulah. Bahwa saudara-saudara kita, teman-teman kita, ya, memang. Itu kekurangan ya saya yakin kekurangan dan itu perlu dibenahi," tegas Dudy.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadli Nasrudin
Masuk tirto.id





























