Banjir Tegal sejak 22 November, Merendam 1.564 Rumah di 5 Kecamatan

Oleh: Irwan Syambudi - 25 November 2021
Dibaca Normal 1 menit
BNPB mencatat 12.518 jiwa terdampak banjir di Tegal. Dari jumlah itu, sebanyak 25 kepala keluarga (KK) mengungsi di masjid.
tirto.id - Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari melaporkan banjir di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terjadi sejak 22 November 2021. Sedikitnya 1.564 rumah terendam banjir.

"Banjir ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi serta meluapnya sungai Cacaban, Sungai Rambut, Sungai Kemiri, Sungai Pekijing dan Sungai Siwarak pada Senin (22/11/2021) pukul 23.30 WIB," kata Muhari dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Muhari mencatat 12.518 jiwa terdampak banjir di Tegal. Dari jumlah itu, sebanyak 25 kepala keluarga (KK) mengungsi di masjid.

"BPBD Kabupaten Tegal juga melaporkan sedikitnya 1.564 unit rumah terdampak dengan ketinggian muka air berkisar antara 30 - 150 sentimeter," kata Muhari.

Akibat rumah yang terendam banjir, BPBD Kabupaten Tegal bersama tim gabungan mengevakuasi 2 balita usia sekitar dua minggu berserta ibunya. Selanjutnya mereka dibawa ke rumah kerabat terdekat yang tidak terdampak banjir.

"Kondisi terkini dilaporkan, banjir sudah mulai berangsur surut dan para warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Muhari.

Banjir kali ini melanda lima kecamatan di wilayah Kabupaten Tegal. Adapun lokasinya meliputi Desa Tembok Banjaran di Kecamatan Adiwerna; Desa Pecabean di Kecamatan Pangkah; Desa Sidakaton dan Desa Kupu di Kecamatan Dukuhturi; serta Desa Sidaharja di Kecamatan Suradadi.

Selanjutnya Desa Maribaya, Desa Kemuning, Desa Plumbungan, dan Kelurahan Dampyak di Kecamatan Kramat; terakhir Desa Banjaragung dan Desa Sukareja di Kecamatan Warureja.

Berdasarkan prakiraan hujan dasarian BMKG November Dasarian III periode 21-30 November 2021, untuk wilayah Jawa Tengah sebagian besar memiliki potensi curah hujan dengan kategori menengah dengan angka 100-150 mm. Dikatakan tinggi apabila angkanya berkisar 150-300 mm dan sangat tinggi apabila lebih dari 300 mm.

Merespons hal ini, BNPB mengimbau warga untuk waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.


Baca juga artikel terkait BANJIR DI TEGAL atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight