Menuju konten utama

Banjir Jepara Hari Ini: Akses Terbuka & Listrik Sudah Menyala

Update informasi soal banjir di Jepara hari ini: pemerintah daerah telah membuka akses jalan dan listrik sudah mulai menyala.

Banjir Jepara Hari Ini: Akses Terbuka & Listrik Sudah Menyala
Kondisi setelah diterjang banjir bandang di Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Jepara

tirto.id - Pemerintah Kabupaten Jepara berhasil membuka kembali akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling. Selain membuka akses jalan, Pemkab Jepara juga memastikan bahwa listrik sudah menyala di daerah tersebut.

Meski akses jalan sudah dapat dilalui, penggunaannya masih terbatas, terutama hanya aman untuk kendaraan roda dua dengan tingkat kehati-hatian tinggi.

Selain terbukanya akses jalan, pasokan listrik di Desa Tempur juga telah kembali menyala sejak Minggu (11/1) petang, sehingga membantu mempercepat pemulihan aktivitas warga.

"Akses jalan yang bisa dilalui terbatas untuk kendaraan roda dua dan untuk melintas juga dibutuhkan keberanian serta kehati-hatian. Paling aman masih dengan berjalan kaki. Sementara listrik sudah menyala sejak Minggu (11/1) petang," jelas Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto dikutip Antara (12/1).

Proses pembersihan material longsoran hingga saat ini masih terus dilakukan dengan mengerahkan empat unit alat berat agar jalur tersebut dapat segera dibuka secara penuh.

Dari sisi logistik, BPBD Kabupaten Jepara memastikan kebutuhan dasar warga dalam kondisi aman, dengan stok beras yang mencukupi, termasuk tambahan bantuan sekitar lima ton dari Bupati Jepara, meski distribusi masih bertahap karena keterbatasan akses.

Selain beras, kebutuhan penting lainnya seperti elpiji dan susu balita juga dipastikan tersedia.

Pemerintah daerah terus mempercepat pemulihan pasca bencana dengan meninjau langsung lokasi terdampak, memprioritaskan pembukaan isolasi wilayah, pemulihan utilitas dasar, serta menyiapkan langkah lanjutan seperti penguatan tebing jalan menggunakan konstruksi bronjong dan pengalihan aliran air untuk mencegah kerusakan lanjutan.

"Kami bersama rombongan turun langsung meninjau lokasi bencana untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal dan terintegrasi. Prioritas utama pemerintah membuka isolasi wilayah dan memulihkan utilitas dasar. Alhamdulillah, listrik sudah menyala dan akses jalan mulai terbuka. Ini berkat kerja keras seluruh tim gabungan di lapangan," papar Bupati Jepara Witiarso Utomo.

Sebelumnya, sebanyak 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga (KK) di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara dilaporkan sempat terisolasi karena akses jalan putus total akibat longsor di sejumlah titik. Selain longsor, daerah tersebut juga mengalami pemadaman listrik.

BMKG: Jateng Masih Berpotensi Banjir dan Tanah Longsor Hingga Februari 2026

BMKG mengingatkan masyarakat Jawa Tengah untuk lebih waspada karena hujan masih sering turun dan diperkirakan akan terus berlangsung hingga sekitar pertengahan Februari 2026.

Kondisi ini membuat risiko terjadinya banjir dan tanah longsor menjadi lebih tinggi, terutama di daerah yang curah hujannya lebat.

Berdasarkan pemantauan BMKG hingga 10 Januari 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah, khususnya bagian tengah dan selatan, hanya mengalami jeda hujan yang sangat singkat, bahkan ada yang hanya satu sampai lima hari tanpa hujan. Artinya, hujan turun hampir setiap hari.

Selama sepuluh hari pertama Januari 2026, hujan di Jawa Tengah umumnya berada pada tingkat sedang hingga tinggi. Beberapa daerah seperti Jepara, Kudus, dan sebagian besar Demak bahkan mengalami hujan yang sangat lebat.

BMKG memperkirakan kondisi hujan seperti ini masih akan berlanjut pada sepuluh hari berikutnya dan bisa berlangsung hingga sepuluh hari kedua bulan Februari 2026.

Daerah yang berpotensi mengalami hujan paling deras antara lain Batang, Pekalongan, serta sebagian Pemalang, Kendal, Purbalingga, dan Jepara. Wilayah lain seperti Rembang, Blora, dan Grobogan diperkirakan menerima hujan yang lebih ringan.

Karena hujan diprediksi masih sering turun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, serta selalu mengikuti informasi cuaca dari BMKG.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra